KontraS: 20 Orang Hilang Setelah Gelombang Aksi Demontrasi di Sejumlah Daerah
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 13:54 WIB | Oleh: Lili LestariDi Bandung, para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke gedung DPRD, sebelum polisi menembakkan gas air mata semalaman ke arah "tersangka... anarkis" yang memblokir jalan.
Petugas bentrok dengan pengunjuk rasa yang mereka tuduh mencoba menarik mereka ke kampus mahasiswa di Universitas Islam Bandung (Unisba) dan "memicu konflik", kata Hendra Rochman, Kabid Humas Polda Jawa Barat dalam sebuah pernyataan Selasa.
Di media sosial, beberapa warganet menuduh polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke kampus dan menyerbunya.
"Petugas menjaga jarak sekitar 200 meter dari kampus dan tidak ada tembakan yang diarahkan ke kampus," kata Hendra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak universitas dalam konferensi pers membantah mahasiswanya memicu kerusuhan.
Ribuan mahasiswa lainnya berunjuk rasa di Palembang dan ratusan lainnya secara terpisah berdemo di Banjarmasin, Yogyakarta, dan Makassar.
Di Gorontalo, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi yang merespons dengan gas air mata dan meriam air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Direktur Human Rights Watch Asia, Meenakshi Ganguly, mengatakan pasukan keamanan "bertindak tidak bertanggung jawab dengan memperlakukan protes tersebut sebagai tindakan pengkhianatan atau terorisme" dan menyerukan penyelidikan terhadap petugas yang terlibat dalam kekerasan.
Untuk mengantisipasi kerusuhan lebih lanjut, TikTok pada hari Sabtu menangguhkan fitur siaran langsungnya selama "beberapa hari" di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!