Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geger! Direktur Lokataru Jadi Tersangka, Dugaan Penghasutan Massa Guncang Publik

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 13:23 WIB | Oleh:
Geger! Direktur Lokataru Jadi Tersangka, Dugaan Penghasutan Massa Guncang Publik Doc: Istimewa
Ket. Direktur Lokataru Jadi Tersangka

Jakarta — Dunia aktivisme dan hak asasi manusia di Indonesia kembali diguncang oleh kabar mengejutkan: Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Penetapan ini menyusul dugaan keterlibatannya dalam penghasutan massa yang disebut telah diselidiki sejak 25 Agustus lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam konferensi pers Selasa (2/9), mengungkapkan bahwa penyelidikan terhadap Delpedro telah dimulai seminggu sebelumnya. "Upaya penangkapan terhadap Saudara DMR, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dimulai sejak kegiatan pertama pada 25 Agustus," ujarnya.

Lebih lanjut, Ade Ary menyebutkan bahwa proses hukum terhadap Delpedro dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur, dengan pendalaman fakta serta bukti yang diperoleh dari berbagai saksi. "Penyidikan ini dijalankan secara hati-hati, proporsional, dan prosedural," tambahnya.

Namun, pihak Lokataru menilai penangkapan ini sebagai bentuk kriminalisasi. Melalui akun Instagram resmi @lokataru_foundation, mereka menyebut Delpedro dijemput paksa oleh aparat tanpa dasar hukum yang jelas pada Senin malam (1/9) pukul 22.45 WIB.

"Penangkapan ini adalah bentuk nyata ancaman terhadap kebebasan sipil dan demokrasi kita," tulis Lokataru dalam pernyataannya.

Dampak Sosial dan Gaya Hidup Demokratis

Penangkapan Delpedro bukan hanya mencuat sebagai kasus hukum, namun juga menjadi refleksi penting dalam gaya hidup demokratis masyarakat urban Indonesia. Di tengah berkembangnya kesadaran publik terhadap hak-hak sipil, peristiwa ini memicu diskusi hangat di media sosial dan komunitas aktivis.

Masyarakat kini menuntut keterbukaan informasi serta keadilan yang tidak tebang pilih. Dalam konteks gaya hidup masa kini, rasa aman dalam berekspresi menjadi bagian penting dari kualitas hidup modern.

Seiring proses hukum berjalan, publik terus menyoroti perkembangan kasus ini sebuah pengingat bahwa di era digital dan kebebasan berpendapat, setiap tindakan aparat harus diawasi secara kritis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.