Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNI-Polri Masih Berpatroli di Beberapa Lokasi Vital Di Jakarta Walaupun WFH Sedang Diterapkan

📅 Senin, 01 Sep 2025, 16:00 WIB | Oleh:
TNI-Polri Masih Berpatroli di Beberapa Lokasi Vital Di Jakarta Walaupun WFH Sedang Diterapkan Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
Ket. Beberapa aparat kepolisian berjaga dikawasan ASEAN, pada Senin (1/9/2025)

JAKARTA — Aparat TNI dan Polri dikerahkan di titik-titik strategis seperti DPR/MPR, Polda Metro Jaya, dan kawasan ASEAN di Jakarta menyusul serangkaian demonstrasi dan kerusuhan yang berlangsung beberapa hari terakhir. Penugasan ini masih berlangsung meski sejumlah pegawai dan anggota lembaga negara menjalankan Work From Home (WFH) sebagai langkah antisipasi terhadap situasi publik yang dinamis.

Di kawasan DPR, penutupan akses lalu lintas masih diterapkan hingga Minggu malam dengan personel kepolisian berjaga di pertigaan Jalan Gatot Subroto di bawah flyover Gerbang Pemuda. Akses kendaraan diarahkan ke jalan alternatif untuk menjaga keamanan area dekat gedung parlemen. 

Di lokasi lain seperti Polda Metro Jaya dan kawasan ASEAN, pengamanan diperketat dengan hadirnya ratusan personel gabungan guna memastikan wilayah tetap stabil dan bebas dari gangguan. Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat termasuk pengguna transportasi publik. 

Sekretariat Jenderal DPR telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau pegawai dan anggota DPR menerapkan WFH pada periode aksi unjuk rasa untuk menjaga mobilitas dan keselamatan internal. Meski demikian, pegawai dengan tugas penting tetap menjalani WFO sesuai kebutuhan kelembagaan. 

Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 4.531 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan di sejumlah titik demo termasuk area DPR, Polda Metro Jaya, dan sekitar ASEAN untuk mengantisipasi potensi eskalasi. Kehadiran ini mencerminkan kesiagaan dan koordinasi lintas institusi yang intensif. 

Situasi di Markas Brimob Kwitang juga menjadi fokus pengamanan, di mana TNI dari matra darat, laut, dan udara berjaga hingga Sabtu sore untuk menahan massa yang mencoba mendekat ke markas. Dialog terjadi saat Pangkostrad TNI memantau langsung situasi dan menenangkan demonstran. 

Sejumlah kantor di Jakarta pun telah menerapkan WFH atau memulangkan karyawan sebagai antisipasi terhadap aksi massa, meskipun kebijakan ini bersifat situasional dan fleksibel tergantung kondisi nyata di lapangan. Sektor yang mendesak tetap beroperasi normal untuk menjaga layanan publik dan kontinuitas ekonomi. 

Dengan kombinasi pengamanan ketat di titik penting dan penerapan WFH yang bersifat adaptif, pemerintah dan aparat memastikan Jakarta tetap stabil dan produktif di tengah kondisi penuh tantangan. Keberadaan TNI-Polri di lapangan membantu menciptakan iklim aman bagi warga, sementara WFH menjaga keamanan pegawai dari potensi gangguan demonstrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.