Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pacu Jalur Butuh 'Road Map' Agar Tak Jadi Tren Setiap Agustus

📅 Senin, 01 Sep 2025, 17:07 WIB | Oleh:
Pacu Jalur Butuh 'Road Map' Agar Tak Jadi Tren Setiap Agustus Doc: Afut Syafril
Ket. Salah satu jalur yang tangah bersiap melintas di Sungai Kuantan dalam Pacu Jalur 2025.

PEKANBARU - Riak Sungai Kuantan mulai beranjak naik ketika puluhan pemuda desa mulai menggenggam dayung yang siap menopang jalur, sebutan perahu dari pohon khas Kuantan Singingi. Di tepiannya, dentuman gendang dan sorak-sorai penonton menyatu dalam harmoni purba.

Gelombang air yang terbelah haluan perahu panjang jalur menjadi saksi bagaimana tradisi ratusan tahun ini masih hidup, masih menyala. Setiap Agustus, masyarakat berbondong-bondong, tak peduli panas matahari atau deras hujan, untuk menyaksikan perahu kayu yang dipacu puluhan pria berotot. Seakan mengulang mitologi lama tentang keberanian dan kebersamaan.

Bahkan juara pun telah lahir dari tradisi yang mendunia ini, jalur "Bintang Emas Cahaya Intan 2023" adalah juara umum pada festival pacu jalur di Kuansing 2025.

Ketua Panitia Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJ-T) Merry Ramadhan Putra mengatakan kesuksesan itu adalah karena kekompakan, kerja sama, komitmen dalam mensukseskan agenda tahunan dalam festival pesta rakyat tersebut. 

Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby bahkan menyebut, festival pacu jalur yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu adalah bukan saja ajang mencari juara, tetapi pelestarian seni budaya lokal.

Namun, ada sebuah kegelisahan: Apakah pacu jalur hanya akan dikenal, dibicarakan, dan dibagikan di media sosial saat festival berlangsung? Apakah setelah sorak reda, ia akan kembali sunyi, menunggu Agustus berikutnya untuk kembali viral?

Pertanyaan itu layak dijawab dengan serius. Sebab tradisi ini tak seharusnya berhenti sebagai tontonan musiman. Ia butuh denah komunikasi budaya yang kokoh agar terus relevan dan berkelanjutan.

Gelombang viral

Di era digital, pacu jalur sempat menjadi buah bibir nasional. Video anak-anak yang menari di ujung perahu jalur, wajah-wajah penuh semangat para pengayuh, hingga gegap gempita penonton yang tumpah ruah—semuanya menjadi “konten” yang dengan cepat menyebar di TikTok, Instagram, hingga YouTube.

Mengutip teori agenda setting, viralnya pacu jalur tak lain karena media memberi porsi sorotan. Media sosial bertindak sebagai panggung utama yang menampilkan eksotisme budaya lokal kepada khalayak luas. Dengan framing tertentu, misalnya menekankan sisi unik dan heroik, pacu jalur pun menempati ruang penting dalam percakapan publik.

Namun, seperti gelombang, atensi publik di media sosial mudah datang, mudah pula pergi. Fenomena spiral of silence menjelaskan bahwa publik akan ramai membicarakan apa yang dianggap dominan. Ketika isu lain mencuat, pacu jalur perlahan tenggelam di dasar arus.

Pentingnya "road map"

Di sinilah urgensi sebuah road map (denah) komunikasi. Pacu jalur tak boleh hanya jadi pesta tahunan yang meriah namun cepat dilupakan. Ia harus diposisikan sebagai identitas, sebagai simbol budaya Riau yang hadir setiap saat dalam benak masyarakat, baik lokal maupun nasional.

Meminjam pisau teori uses and gratifications, publik modern mencari konten bukan hanya untuk hiburan, tapi juga untuk identitas diri dan integrasi sosial. Jika pacu jalur dikemas dalam berbagai format komunikasi sepanjang tahun, dokumenter, konten edukatif, narasi wisata, bahkan merchandise budaya, maka masyarakat tak hanya jadi penonton musiman, melainkan ikut merasa memiliki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.