Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Juara Olimpiade Sifan Hassan Pecahkan Rekor Sydney Marathon

📅 Senin, 01 Sep 2025, 07:37 WIB | Oleh:
Juara Olimpiade Sifan Hassan Pecahkan Rekor Sydney Marathon Doc: Saeed KHAN / AFP
Ket. Sifan Hassan dari Belanda melintasi garis finis untuk memenangkan Sydney Marathon 2025, Minggu (31/8).

SYDNEY - Juara Olimpiade Paris, pelari putri Sifan Hassan, tampil tak terbendung untuk menorehkan sejarah di Sydney Marathon, Minggu (31/8). Dia memecahkan rekor lintasan sekaligus merebut gelar juara perdana setelah ajang ini resmi masuk kalender World Marathon Majors. Di kategori putra, prestasi serupa dicatat Hailemaryam Kiros yang juga finis terdepan dengan catatan waktu terbaik.

Hassan, pelari asal Belanda kelahiran Ethiopia, melesat menyentuh garis finis dengan catatan waktu 2 jam 18 menit 22 detik, unggul atas mantan pemegang rekor dunia asal Kenya, Brigid Kosgei (2:18.56). Posisi ketiga ditempati Workenesh Edesa Gurmesa dari Ethiopia, juara bertahan tahun lalu yang saat itu mencatat rekor. Namun, kali ini rekornya dihapus Hassan dengan selisih lebih dari tiga menit.

“Sejujurnya saya hampir salah perhitungan. Saya terlalu memaksa dan belajar banyak dari balapan ini. Saya sangat lelah di 10 kilometer terakhir. Tapi luar biasa bisa menang dengan rekor di ajang besar pertama Sydney. Ini sejarah dan saya menjadi pemenang pertama,” ujar Hassan, 32 tahun, yang sebelumnya juga berjaya di London dan Chicago Marathon.

Persaingan awal di kelompok putri mengerucut menjadi lima pelari. Akhirnya Hassan melesat membuka jarak 40 detik pada titik 35 km dan tak terkejar hingga finis di pelataran Sydney Opera House. Di kategori putra, Kiros mencatat waktu impresif 2 jam 6 menit 06 detik, sekaligus memperbarui rekor lama. Dia unggul 10 detik dari rekan senegaranya, Addisu Gobena. Addisu adalah pelari muda Ethiopia berusia 20 tahun yang disebut-sebut bakal menjadi bintang masa depan. Tempat ketiga diraih Tebello Ramakongoana dari Lesotho.

“Saya memang menargetkan rekor dan sangat siap menghadapi lomba ini,” kata Kiros. Aksinya menyalip Gobena dalam satu kilometer terakhir memastikan rekor Brimin Misoi (Kenya) tahun lalu terhapus lebih dari 10 detik. Sementara itu, legenda asal Kenya, Eliud Kipchoge, yang disebut sebagai pelari maraton terbaik sepanjang masa, gagal meraih gelar mayor ke-12.  ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.