Demo Sampaikan Aspirasi Boleh, Asalkan Tidak Merusak Fasilitas Umum
📅 Senin, 01 Sep 2025, 10:55 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mendukung seluruh aspirasi masyarakat Jakarta asalkan tidak merusak fasilitas-fasilitas umum, seperti halte dan lainnya.
"Kami mendukung semua aspirasi masyarakat Jakarta. Silahkan kalau ada yang mau menyampaikan unek-unek. Hanya saya berharap, Gubernur juga berharap fasilitas jangan dirusak. Yang rugi kita, yang paling banyak ruginya adalah waktu, bukan hanya biaya," kata Rano di Jakarta, Senin (1/9).
Pernyataan tersebut dia sampaikan terkait kerusakan sejumlah fasilitas umum yang berlokasi di dekat area unjuk rasa, termasuk Halte Transjakarta.
"Membangun (Halte) Transjakarta (Senen) di sini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi sudah terjadi, mari kita sama-sama gotong royong jaga Jakarta, jaga kampung kita. Jangan sampai kerja keras kita selama ini sia-sia," ujar Rano.
Seperti diketahui, unjuk rasa yang terjadi di sejumlah lokasi di Jakarta dalam beberapa hari terakhir berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum, di antaranya halte Transjakarta dan stasiun MRT Jakarta, bahkan dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Senin, Rano bersama jajarannya mengikuti kegiatan gotong royong gerak cepat Jaga Jakarta di area Halte Transjakarta Senen Sentral, Jalan Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat.
Dia mengatakan kegiatan Jaga Jakarta sudah berlangsung sejak Sabtu (30/8), dengan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, antara lain petugas gabungan yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup DKI, Dinas Sumber Daya Air DKI, serta pengemudi ojek daring, pelajar dan masyarakat.
"Sebetulnya bukan hari ini kami mulai gotong royong. Dari hari Sabtu kita sudah gotong royong. Memang ini adalah gerakan serentak yang kami lakukan," tutur Rano.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, merujuk catatan PT Transportasi Jakarta, sebanyak 16 halte mengalami kerusakan dan vandalisme selama berlangsungnya demonstrasi di Jakarta pada Jumat (29/8).
Ke-16 halte tersebut, yakni Halte Bendungan Hilir, Halte Kwitang, Halte Kampung Melayu, Halte Kramat Sentiong, Halte Bidara Cina, Halte Cililitan, Halte Semanggi, Halte Petamburan, dan Halte Widya Candra.
Lalu, Halte Jatinegara, Halte Kejaksaan Agung, Halte Matraman Baru, Halte Pemuda Pramuka, Halte Masjid Agung, Halte Non BRT Gelora Bung Karno 1, dan Halte Non BRT Polda Metro Jaya 1.
Di sisi lain, PT MRT Jakarta (Perseroda) melaporkan Stasiun Istora mengalami kerusakan cukup parah pada kaca-kaca di pintu masuk serta kamera pengawas di dalam dan di luar stasiun.
Stasiun tersebut juga mengalami vandalisme, dan isi mesin penjual otomatis dijarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!