Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Status Awas Kekeringan Kian Meluas Melanda 11 Kecamatan di 5 Kabupaten NTB

📅 Senin, 01 Sep 2025, 17:37 WIB | Oleh:
BMKG: Status Awas Kekeringan Kian Meluas Melanda 11 Kecamatan di 5 Kabupaten NTB Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini masih mengalami musim kemarau yang membuat status awas kekeringan kian meluas yang melanda 11 kecamatan di lima kabupaten dan satu kota di provinsi itu.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Nindya Kirana di Mataram, Senin (1/9), mengatakan curah hujan tergolong rendah hanya 0 sampai 50 milimeter per dasarian.

"Kondisi itu menunjukkan sebagian besar wilayah NTB masih dalam periode musim kemarau," ucapnya.

Nindya menuturkan sebagian kecil wilayah di Lombok Tengah dan Lombok Timur mengalami curah hujan menengah, namun hujan yang terjadi belum cukup signifikan untuk mengatasi kekeringan.

Data BMKG melalui pemantauan hari tanpa hujan (HTH) terlihat adanya wilayah yang telah mengalami hari kering lebih dari 60 hari berturut-turut. Hal itu dikategorikan sebagai kekeringan ekstrem.

Daerah yang mengalami status awas kekeringan di Nusa Tenggara Barat adalah Kabupaten Dompu (Kecamatan Kilo), Kabupaten Bima (Monta, Palibelo, Soromandi, Sape), Kota Bima (Raba), Kabupaten Sumbawa (Lape, Labuhan Badas, Moyo Utara), Lombok Timur (Sambelia), dan Lombok Utara (Bayan).

"Potensi kekeringan meteorologis meningkat tajam. Kami mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah tersebut agar siaga terhadap risiko lanjutan, seperti kekurangan air bersih dan kebakaran lahan," kata Nindya.

Selain status awas, BMKG juga menetapkan status siaga untuk delapan kecamatan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Dompu (Kecamatan Dompu, Kempo, Manggalewa dan Pekat), Kabupaten Bima (Kecamatan Bolo, Madapangga, dan Sanggar), serta Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Unter Iwes).

BMKG mencatat curah hujan tertinggi hanya terjadi di Pos Hujan Mantang, Kabupaten Lombok Tengah, sebesar 68 milimeter per dasarian, angka yang masih di bawah rata-rata normal.

Kondisi atmosfer turut memperkuat musim kemarau, dengan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan fase negatif sebesar minus 1,04 dan diprediksi bertahan hingga Desember 2025. Sementara itu, ENSO berada dalam kondisi netral.

Peluang hujan pada dasarian I September 2025 diperkirakan masih rendah. Wilayah dengan peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian hanya mencakup sebagian Lombok Barat, Lombok Tengah bagian utara, dan sebagian kecil Lombok Timur.

BMKG sejauh ini belum mendeteksi potensi hujan deras di Nusa Tenggara Barat. Peringatan dini terkait curah hujan tinggi untuk seluruh wilayah provinsi masih dinyatakan nihil.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, memanfaatkan tampungan air hujan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan maupun kebakaran lahan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

42 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.