Fans Resah! Amorim Kesal Manajemen MU Lamban, Glazer Jadi Sorotan
📅 Minggu, 31 Agu 2025, 19:28 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/X/ManUtd
JAKARTA - Manchester United kembali diguncang badai cedera dan manuver transfer yang lamban. Pelatih Ruben Amorim menyuarakan kegelisahan, menilai manajemen Setan Merah gagal bergerak cepat memperkuat skuad, sementara ancaman krisis semakin nyata di awal musim.
Setelah mengetahui dua pemain pentingnya mengalami cedera saat menang tipis 3-2 dari Burnley, pelatih Manchester United Ruben Amorim secara implisit menunjukkan sikap tak sabar terhadap manajemen klub.
Amorim menegaskan bahwa dia selalu berbicara dengan manajemen Setan Merah mengenai cara meningkatkan kualitas skuad dan tim. Ini berkaitan dengan strategi transfer pemain, khususnya selama bursa transfer musim panas yang akan segera berakhir esok Senin.
United terlihat membaik saat dikalahkan Arsenal 0-1, tapi kedodoran lagi saat dipaksa seri 1-1 oleh Fulham. Puncaknya, mereka dipermalukan tim divisi keempat, Grimsby Town, dalam Piala Liga.
Tiga hari kemudian, pada laga yang seharusnya menjadi isyarat kebangkitan kala menghadapi Burnley di Old Trafford, mereka kembali terlihat rapuh di belakang dan kembali mandul di depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
United cuma bisa menang berkat sebuah gol bunuh diri tim lawan dan sebuah gol penalti kontroversial walau mendapatkan sebuah gol cantik dari Bryan Mbeumo. Sebaliknya, Burnley membuat dua gol bersih, hasil rancangan bermain yang jelas. Ini sungguh tak memuaskan walau memenangkan pertandingan itu.
Kemenangan dari Burnley itu juga membuat Amorim gundah gulana lagi, karena dibayar mahal dengan ancaman cedera panjang yang menimpa Matheus Cunha dan Mason Mount.
Bayangan badai cedera kini kembali menghantui United ketika mereka dituntut melakukan gebrakan pada awal musim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, kegundahan Amorim tidak berkorespondensi dengan perasaan serupa di barisan manajemen dan terlebih pemilik United.
Kenapa? Karena, tidak tanduk manajemen dan pemilik klub selama bursa transfer pemain pada musim panas ini, tidak terlihat sebagai pengelola tim besar yang dituntut untuk segera bangkit dan memperbaiki diri.
Finis peringkat 15 atau hampir degradasi pada musim lalu, seharusnya menjadi "wake up call" bagi pembesar-pembesar United untuk segera aktif memoles tim, dengan cepat membeli pemain-pemain baru yang bisa membawa Setan Merah ke penampilan baru yang lebih menjanjikan.
Namun, apa yang terjadi? Setan Merah lambat sekali mengambil langkah. Memang terlihat aktif, tetapi keaktifan itu lebih heboh dalam negosiasi yang berlarut-larut sampai beberapa kali incaran mereka dibajak tim lain, bukan heboh karena kesepakatan-kesepakatan riil nan besar yang dibutuhkan Amorim.
Jika dibandingkan tim-tim besar Liga Inggris lain, khususnya Liverpool, Arsenal, dan Chelsea, gerakan Setan Merah di bursa transfer pemain musim panas ini, sungguh lambat.
Liverpool sudah selesai merekrut tujuh pemain baru pada 15 Agustus, Arsenal mendapatkan enam pemain sepanjang Juli (ditambah Eberechi Eze pada 23 Agustus), dan Chelsea yang merekrut delapan pemain baru sampai 3 Agustus (ditambah Alejandro Garnacho akhir Agustus ini).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!