Fans Resah! Amorim Kesal Manajemen MU Lamban, Glazer Jadi Sorotan
📅 Minggu, 31 Agu 2025, 19:28 WIB | Oleh: AlfredSebaliknya, Manchester United yang pernah disebut oleh mantan pelatih Ralf Rangnick harus "dibedah" besar-besaran, cuma bisa mendapatkan empat pemain baru hingga 9 Agustus, yang itu pun satu di antaranya diplot untuk tim U21.
Jika tetap buruk
Mereka memang akhirnya mendapatkan tiga pemain eksplosif di departemen serang yang musim lalu menjadi salah satu titik lemah tim.
Akan tetapi mereka tak cepat-cepat menyelesaikan masalah di lini tengah dan penjaga gawang, yang juga kelemahan mereka musim lalu. Dua bagian ini pula, terutama kiper, yang membuat langkah mereka pada awal musim, tak lebih mencemaskan dibandingkan musim lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sudah tahu dua kiper utama mereka jeblok, para pembesar United tetap saja tak bergerak cepat, padahal dalam empat pertandingan pertama musim ini (termasuk pertandingan Piala Liga), kiper mereka sudah kebobolan empat kali.
Dalam pertandingan Piala Liga melawan klub divisi empat keadaan malah lebih parah lagi. Andre Onana dua kali dibobol oleh sebuah tim gurem. Dia juga hanya bisa mementahkan satu dari 12 tendangan penalti dalam adu penalti yang menyingkirkan United dari Piala Liga, langsung di kesempatan pertama.
Amorim juga sudah jauh-jauh hari menginginkan imbuhan di lini tengah. Dia menginginkan seorang jangkar, yang bisa membantu serangan tim dan sekaligus tangguh membantu pertahanan. Ini pun tak terwujud sampai jendela transfer mendekati tutup esok Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memang ada desas desus, mereka akan merayu kembali Brighton untuk melepas gelandang bertahan Carlos Baleba setelah mendapatkan kucuran dana dari hasil transfer Garnacho dan Rasmus Hojlund. Tapi sekali lagi, ini kembali cuma sensasi.
Faktanya manajemen Manchester United lambat mengambil keputusan, termasuk negosiasi yang alot dengan Royal Antwerp untuk mendapatkan kiper Senne Lammens, padahal harga kiper ini tergolong murah untuk klub sekelas United. Juga terhadap kiper Aston Villa Emiliano Martinez.
Kini mereka kembali diancam bencana cedera setelah Mount dan Cunha tertatih-tatih saat melawan Burnley, justru ketika skuad lama United sudah dipereteli karena dilego ke klub lain seperti Marcus Rashford, Garnacho, dan Tyrel Malacia atau dibiarkan keluar sendiri seperti Victor Lindelof.
Ini situasi mengkhawatirkan yang sama kerap terjadi di musim lalu. Ini juga perulangan untuk langkah lambat yang dibuat manajemen Setan Merah yang membuat pelatih-pelatih seperti Louis van Gaal dan Jose Mourinho, kesulitan membangun skuad ideal.
Maka jangan heran, bersama pelatih-pelatih dengan resume mentereng seperti mereka pun, klub ini tetap gagal.
Kini, jika tetap buruk, Manchester United tak boleh lagi menyalahkan pelatih, apalagi pemain, karena sistem lebih besarlah yang harus diubah, yakni sistem yang tak memiliki strategi jelas di bursa transfer dan berandil besar pada kultur busuk dalam ekosistem klub.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!