Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kompetensi Masa Depan Jadi Senjata Generasi Muda Hadapi Pasar Kerja yang Cair

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kompetensi Masa Depan Jadi Senjata Generasi Muda Hadapi Pasar Kerja yang Cair Doc: istimewa
Ket. Peningkatan Kualitas SDM - Generasi muda, khususnya generasi Z Perlu Siapkan Kompetensi Masa Depan

JAKARTA – Generasi muda, khususnya generasi Z, dituntut untuk membekali diri dengan keterampilan yang relevan agar mampu bersaing di tengah dinamika dunia kerja yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian. Penguasaan keterampilan adaptif, digital, serta soft skill menjadi kunci agar mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong transformasi ekonomi di masa depan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan terdapat tiga faktor global yang akan menggeser lanskap dunia kerja, yakni akal imitasi dan disrupsi digitalisasi (AI & digitalization disruption), transisi energi hijau dan keberlanjutan (green transition and sustainability), serta demografi dan pergeseran ekonomi (demographic & care economy shift).

“Dari perubahan lanskap tersebut, diperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta pada tahun 2030. Namun, di sisi lain 92 juta pekerjaan akan hilang atau tergantikan, serta 59 persen angkatan kerja perlu melakukan reskilling dan upskilling,” ujar Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/8).

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan transformasi global itu juga akan melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru di sejumlah sektor. Pada ekonomi kreatif, misalnya, muncul profesi seperti content creator, live seller, affiliate marketing, dan digital marketing specialist.

Ekonomi Digaital

Lebih jauh, pada ekonomi digital berbasis AI, dibutuhkan tenaga kerja sebagai AI specialist, prompt engineer, cybersecurity analyst, data scientist/big data specialist, hingga IoT specialist. Di sektor advanced manufacturing, Menaker mengatakan pekerjaan yang berkembang antara lain battery module/pack assembly technician, industrial IoT (IoT) technician, smart factory maintenance technician, hingga additive manufacturing operator.

Sementara itu, green, circular, and sustainable economy (ekonomi hijau, sirkular dan berkelanjutan) membuka peluang karier sebagai renewable energy engineer, EV specialist (charging & maintenance), circular designer, sustainability analyst/ESG compliance officer, hingga solar/wind technician.

Adapun sektor care and centered economy juga diproyeksikan tumbuh pesat dengan kebutuhan profesi seperti tenaga telehealth, personal care, konselor, wellness coach, hingga mentor atau coach.

Yassierli pun menegaskan Kemnaker memiliki modalitas pelatihan vokasi untuk menghadapi perubahan tersebut. Modalitas ini meliputi standar kompetensi, kelembagaan berupa Balai Latihan Kerja (BLK), serta Sumber Daya Manusia (SDM) berupa instruktur, asesor, dan mentor.

“Ini adalah modalitas yang kami miliki, dan saat ini kementerian berupaya agar modalitas ini dapat dioptimalkan oleh generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.