Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akal Bulus, Korea Selatan Temukan Pelabelan Barang 'Made in Korea' untuk Mengecoh Tarif AS

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 11:47 WIB | Oleh:
Akal Bulus, Korea Selatan Temukan Pelabelan Barang 'Made in Korea' untuk Mengecoh Tarif AS Doc: Istimewa
Ket. Kontainer pengiriman di Terminal Pelabuhan Baru Pusan ??di Busan.

SEOUL - Korea Selatan pada hari Senin (21/4), mengatakan, telah menemukan meningkatnya upaya untuk menyamarkan produk asing sebagai ekspor Korea, sebagian besar dari Tiongkok, untuk menghindari tarif besar-besaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Dikutip dari Channel News Asia, Dinas Bea Cukai Korea mengatakan telah menemukan pelanggaran negara asal senilai 29,5 miliar won (20,81 juta dolar) sejak kuartal pertama, dengan pengiriman menuju AS menyumbang 97 persen dari total, setelah penyelidikan khusus bulan lalu.

Jumlah tersebut dibandingkan dengan total pelanggaran senilai 34,8 miliar won sepanjang tahun 2024, di mana 62 persen di antaranya merupakan pengiriman yang ditujukan ke AS.

Sejak menjabat pada bulan Januari, Trump telah memberlakukan tarif besar pada berbagai produk dan negara yang mulai berlaku pada bulan Maret.

Pejabat Korea Selatan mengatakan mungkin ada peningkatan upaya oleh perusahaan asing, seperti di negara tetangga Tiongkok, untuk menggunakan Korea Selatan, yang merupakan sekutu utama AS dan memiliki pakta perdagangan bebas, sebagai jalan pintas untuk menghindari tarif dan regulasi.

Trump mengenakan tarif sebesar 25 persen pada Korea Selatan bulan ini, yang kemudian ditangguhkan selama tiga bulan. AS kini mengenakan tarif sebesar 145 persen pada Tiongkok setelah tindakan balasan yang dilakukan secara bergantian, yang menurut para ekonom telah memutus perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Temuan hari Senin mencakup bahan katode senilai 3,3 miliar won yang digunakan untuk baterai, diimpor dari Tiongkok dan dikirim ke AS dengan Korea Selatan yang secara keliru ditandai sebagai negara asal, untuk menghindari tarif yang sudah tinggi pada bulan Januari bahkan sebelum tarif Trump berlaku.

Pada bulan Maret, kamera pengintai senilai 19,3 miliar won diimpor dari Tiongkok dalam bentuk suku cadang dan dirakit kembali di Korea Selatan untuk menghindari pembatasan AS terhadap perangkat komunikasi Tiongkok.

Dinas Bea Cukai Korea telah meluncurkan satuan tugas khusus untuk mencegah upaya ekspor ilegal dan berencana untuk memberikan tindakan respons yang lebih spesifik guna melindungi perusahaan dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemprov Maluku Luncurkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.