Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budaya Adalah Pilar Bangsa, Bukan Sekadar Warisan Leluhur

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 17:35 WIB | Oleh:
Budaya Adalah Pilar Bangsa, Bukan Sekadar Warisan Leluhur Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon pose bersama Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau bersama seluruh jajaran Forkopimda saat pembukaan Festival Jejak Raja 2025 di Kabupaten Raja Ampat.

 Sorong - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu atau diwariskan secara terus menerus melainkan pilar utama dalam membangun karakter dan jati diri bangsa.

“Budaya adalah pilar bangsa. Ia bukan sekadar warisan, melainkan nafas dari sebuah peradaban. Tanpa budaya, bangsa akan kehilangan arah, kehilangan jati diri,” ujar Fadli saat membuka secara resmi Festival Jejak Raja2025 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat.



Menurutnya, jika bangsa ingin berdiri kokoh dalam peradaban dunia, budaya harus ditempatkan sebagai fondasi utama.

Ia mencontohkan bagaimana wilayah Raja Ampat, yang sejak 2023 diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, mampu mempertahankan kekayaan budaya lokal sambil membuka diri terhadap dunia.

"Sinergi antara keindahan alam, keunikan geologi, dan nilai-nilai kearifan lokal dinilainya sebagai model pembangunan berkelanjutan berbasis budaya," ujarnya.

Festival Jejak Raja 2025 menampilkan kolaborasi seni dan budaya dari seluruh kabupaten/kota di Papua Barat Daya. Karena itu, Fadli mengapresiasi semangat kolektif para seniman dan budayawan dalam menjaga nyala budaya di Tanah Papua.

"Ke depan, Indonesia harus menjadikan budaya sebagai kekuatan geopolitik baru," ucapnya.

Fadli menyebutkan bahwa dalam Pertemuan APEC 2025 di Korea Selatan, untuk pertama kalinya sektor budaya masuk dalam agenda utama, terutama lewat penguatan Cultural and Creative Industry (CCI) sebagai penggerak ekonomi kawasan.“Industri budaya dan kreatif adalah peluang besar. Kita tidak hanya menjual produk, tapi menjual cerita, menjual nilai, menjual identitas. Ini yang membedakan bangsa besar dengan bangsa biasa,” bebernya.

Fadli juga menyinggung peran baru Kementerian Kebudayaan yang kini berdiri secara independen. Presiden, kata dia, memberikan mandat agar kementerian ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kekayaan budaya nasional serta mendorong diplomasi budaya ke tingkat global.

Dia berharap dengan momentum Festival Jejak Raja 2025, budaya Indonesia tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi kekuatan strategis dalam membentuk masa depan bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.