Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Protes Kebijakan Pemerintah dan DPR dengan Bakar Ban saat Demo di DPR/MPR

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 20:11 WIB | Oleh:
Mahasiswa Protes Kebijakan Pemerintah dan DPR dengan Bakar Ban saat Demo di DPR/MPR Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Aksi unjuk rasa mahasiswa mulai diwarnai pembakaran ban di gerbang belakang Gedung DPR RI, Kamis (28/8).

JAKARTA - Sejumlah mahasiswa melakukan aksi bakar ban dan melempar botol saat unjuk rasa di gerbang belakang Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8).

Mahasiswa menyalakan api tepat di depan gerbang belakang sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dan DPR RI yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dari pantauan di lokasi, massa aksi terbagi konsentrasi di depan gerbang utama dan belakang DPR RI. Mereka berorasi bergantian menggunakan pengeras suara, menyuarakan tuntutan agar wakil rakyat lebih serius menyerap aspirasi masyarakat.

Beberapa mahasiswa kemudian menggelar aksi teatrikal dengan menyalakan ban bekas hingga mengeluarkan asap tebal. Polisi yang berjaga langsung mengamankan situasi.

Meski sempat menimbulkan ketegangan, aksi mahasiswa tetap berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Pihak kepolisian yang berjaga terus mengimbau para mahasiswa agar menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat umum.

Massa mahasiswa datang secara berkelompok. Mereka membawa berbagai atribut organisasi, spanduk, hingga poster berisi tuntutan.

"Kok gerbangnya ga dibuka? Kami kan mau menyampaikan aspirasi," teriak mahasiswa.

Adapun Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 4.531 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR RI hari ini.

Ribuan personel itu terdiri atas 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel bawah kendali operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP dan Dishub, dan 632 personel dari jajaran Polres.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meminta kepada seluruh aparat keamanan yang mengawal aksi unjuk rasa pada Kamis agar tidak melakukan tindakan agresif.

"Tindakan represif hanya dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis. Penggunaan gas air mata pun hanya boleh dilakukan atas perintah langsung Kapolda," kata Asep di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 4.500 lebih personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen buruh di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Untuk itu, dia menegaskan kepada seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis dan terukur dalam bertugas, serta tidak bergerak sendiri, tetap kompak, dan selalu berkoordinasi dengan komandan lapangan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Zverev Nomor Satu Dunia
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.