Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Laporkan 1 dari 4 Orang Tak Memiliki Akses Air Minum yang Aman

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 08:57 WIB | Oleh:
PBB Laporkan 1 dari 4 Orang Tak Memiliki Akses Air Minum yang Aman Doc: Freepik

JENEWA - Lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia masih kekurangan akses ke air minum yang dikelola dengan aman, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (26/8), memperingatkan bahwa kemajuan menuju cakupan universal tidak bergerak cukup cepat.

Badan kesehatan dan anak-anak PBB mengatakan satu dari empat orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke air minum yang dikelola dengan aman tahun lalu, dengan lebih dari 100 juta orang tetap bergantung pada air permukaan minum misalnya dari sungai, kolam, dan kanal.

Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF mengatakan tertinggalnya layanan air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) menyebabkan miliaran orang berisiko lebih tinggi terkena penyakit.

Mereka mengatakan dalam studi bersama bahwa dunia masih jauh dari jalur yang tepat untuk mencapai target tercapainya cakupan universal layanan tersebut pada tahun 2030. Sebaliknya, tujuan itu semakin tidak terjangkau, mereka memperingatkan.

"Air, sanitasi, dan kebersihan bukanlah hak istimewa: semuanya adalah hak asasi manusia," kata kepala lingkungan hidup WHO, Ruediger Krech. "Kita harus mempercepat tindakan, terutama bagi komunitas yang paling terpinggirkan," imbuh dia.

Laporan tersebut meninjau lima tingkat layanan air minum. Dikelola dengan aman, yang tertinggi, didefinisikan sebagai air minum yang dapat diakses di lokasi, tersedia saat dibutuhkan, dan bebas dari kontaminasi tinja dan bahan kimia prioritas.

Empat tingkat di bawahnya adalah dasar (air yang sudah membaik membutuhkan waktu akses kurang dari 30 menit), terbatas (sudah membaik, tetapi membutuhkan waktu lebih lama), belum membaik (misalnya, dari sumur atau mata air yang tidak terlindungi), dan air permukaan.

Penurunan Jumlah

Sejak 2015, 961 juta orang telah memperoleh akses ke air minum yang dikelola dengan aman, dengan cakupan meningkat dari 68 persen menjadi 74 persen, kata laporan itu.

Dari 2,1 miliar orang tahun lalu yang masih kekurangan layanan air minum yang dikelola dengan aman, 106 juta orang menggunakan air permukaan, penurunan 61 juta selama dekade terakhir.

Sementara itu, jumlah negara yang telah menghilangkan penggunaan air permukaan untuk minum meningkat dari 142 pada tahun 2015 menjadi 154 pada tahun 2024, kata studi tersebut.

Pada tahun 2024, 89 negara memiliki akses universal terhadap setidaknya air minum dasar, dan 31 negara di antaranya memiliki akses universal terhadap layanan yang dikelola dengan aman.

Ke-28 negara yang lebih dari satu dari empat penduduknya masih kekurangan layanan dasar sebagian besar terkonsentrasi di Afrika.

Mengenai sanitasi, 1,2 miliar orang telah memperoleh akses ke layanan sanitasi yang dikelola dengan aman sejak 2015, dengan cakupan meningkat dari 48 persen menjadi 58 persen, menurut penelitian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bogor Fokus Hadirkan Pusat-...

Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat

42 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...

Tangerang Gelar Pasar Murah Tiga Pekan

47 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...

Pemprov Terus Mempercepat Belanja

52 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Luar Negeri
Yen Jepang Sentuh Level Ter...
Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...

Transisi Energi Butuh Reformasi Subsidi

57 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.