Mengerikan! Monyet Ini Terekam Lakukan Kanibalisme Brutal pada Bayi Sendiri, Kenapa Bisa Terjadi?
📅 Rabu, 27 Agu 2025, 09:55 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: N. Ferrero/M. Nishikawa dkk
JAKARTA - Jeritan memilukan menggema dari pucuk pohon di Taman Nasional Santa Rosa, Kosta Rika. Detik berikutnya, seekor bayi monyet kapusin berusia 10 hari terjatuh dan tewas seketika.
Namun, yang terjadi setelahnya justru membuat para ilmuwan terperangah, bangkai mungil itu bukan hanya ditinggalkan, melainkan dilahap oleh kerabatnya sendiri. Ya, kanibalisme yang tak pernah tercatat sebelumnya pada spesies ini, akhirnya terjadi pada (9/4/2019).
Peristiwa tersebut terdokumentasi jelas oleh tim peneliti yang sudah lebih dari 37 tahun meneliti populasi monyet kapusin berwajah putih (Cebus imitator).
Selama lebih dari tiga dekade, mereka tak pernah mendapati perilaku semengerikan ini. Namun pada hari itu, sejarah kelam primata ini berubah selamanya. Laporan lengkap insiden mengerikan itu diterbitkan pada jurnal Ecology and Evolution pada Oktober 2020.
Kronologi bermula ketika seekor bayi monyet, CT-19, jatuh ke tanah setelah gagal berkali-kali berpegangan pada induknya. Sang induk, CT, sempat panik dan mencoba menyelamatkan, namun sia-sia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tubuh kecil CT-19 akhirnya tergeletak tak bernyawa. Saat itulah sekelompok monyet lain mendekat. Seekor jantan muda berusia dua tahun tiba-tiba menggigit kaki bangkai bayi tersebut.
Tak lama, seekor betina alfa berusia 23 tahun menarik tubuh itu dan mulai melahap bagian kakinya dengan brutal. Dalam waktu setengah jam, bagian bawah tubuh CT-19 habis disantap, hanya menyisakan kepala dan dada.
Lebih mengejutkan lagi, betina alfa tersebut adalah bibi buyut si bayi, sedangkan jantan muda merupakan sepupu jauhnya. Hubungan darah tak menghentikan aksi kanibalisme ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti mencatat bahwa hanya dua individu yang memakan bangkai tersebut, sementara monyet lain tampak waspada atau sekadar mengamati tanpa ikut serta.
Fenomena ini membuat ilmuwan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi?
Dugaan kuat muncul bahwa CT-19 bukan sekadar korban jatuh, melainkan korban pembunuhan bayi oleh monyet jantan dewasa yang sebelumnya sempat diusir oleh betina lain tak jauh dari lokasi kejadian.
Hal ini sesuai dengan catatan perilaku kapusin, yang mana betina biasanya mengusir pejantan yang melakukan infanticide.
Namun, alasan mengapa kerabat dekat justru melahap bayi tersebut masih misterius. Beberapa peneliti berteori bahwa kebutuhan nutrisi menjadi pemicu.
Sang betina alfa ternyata sedang hamil tua saat kejadian dan melahirkan dua minggu kemudian. Sementara itu, jantan muda baru saja disapih dan belajar mencari makan sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!