The Jakmania Dapat Apresiasi dari PSSI Terkait Insiden Pelemparan Sepatu Pada Laga Persija vs Malut United
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 11:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Antara
JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi terhadap langkah suporter Persija Jakarta, The Jakmania, yang kooperatif menyerahkan pelaku pelemparan sepatu kepada pemain Malut United. Insiden tersebut terjadi dalam laga pekan ketiga Super League 2025-2026 antara Persija Jakarta melawan Malut United di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/8/2025).
Pertandingan bertensi tinggi itu berakhir dengan skor imbang 1-1 sehingga kedua tim harus berbagi poin. Meski hasil laga cukup ketat, insiden pelemparan sepatu kepada pemain Malut United menjadi catatan tersendiri dari jalannya pertandingan.
Peristiwa terjadi ketika pemain Malut United, Ciro Alves, hendak mengambil tendangan sudut di babak pertama. Tiba-tiba sebuah sepatu dilempar dari arah tribun, beruntung sepatu tersebut tidak mengenai sang pemain. Pelaku pun langsung diamankan oleh steward yang bertugas di sekitar lapangan.
Sikap kooperatif ditunjukkan The Jakmania dengan ikut menyerahkan pelaku dan menggiringnya keluar tribun. Langkah tersebut diapresiasi karena menunjukkan kedewasaan suporter yang tidak melindungi anggotanya ketika melakukan kesalahan.
"Saya apresiasi kemarin dari Persija melakukan self control dengan suporternya. Saya apresiasi," ujar Erick Thohir usai menghadiri acara perkenalan Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Erick berharap sikap yang ditunjukkan The Jakmania bisa menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara klub dengan suporternya agar kompetisi sepak bola nasional bisa berjalan lebih baik.
"Saya berharap klub-klub di seluruh Indonesia mesti ada kerja sama yang baik dengan suporternya. Karena liga juga harus punya aturan yang benar-benar keras," tambah Erick.
Erick juga menyinggung masih adanya suporter klub lain yang tidak mematuhi aturan, terutama larangan melakukan away day atau mendukung timnya secara langsung di kandang lawan. Ia mengingatkan bahwa PSSI memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi apabila aturan tidak dijalankan dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini sudah berkali-kali kami ingatkan. Bahkan kami sudah punya komite suporter yang terus coba kerja sama," tegas Erick.
"Sesuai dengan pembicaraan dengan PSSI, kan kami sudah peringatkan. Bahkan dari FIFA sudah memperingatkan, makanya kami keras. Dan saya akan intervensi liga. Percaya saya. Ya kalau saya sudah keras, saya keras."
Erick juga mencontohkan bentuk intervensi PSSI yang sebelumnya terbukti berhasil, seperti penerapan VAR di Liga 1 dan Liga 2 serta perbaikan dalam sistem perwasitan. Ia menilai langkah tersebut berdampak positif terhadap jalannya kompetisi, meskipun operasional liga tetap menjadi tanggung jawab penyelenggara.
"Seperti PSSI mengintervensi liga ketika VAR, Liga 1 dan Liga 2 berhasil. Kami juga intervensi perwasitan dan terbukti perwasitan yang baik. Tetapi, kalau operasional ya liga yang harus bertanggung jawab," tutur Erick.
Dengan penegasan tersebut, Erick menekankan bahwa PSSI tidak segan mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan dan kualitas kompetisi. Ia berharap seluruh pihak, baik klub maupun suporter, dapat mematuhi aturan agar sepak bola Indonesia terus berkembang dengan lebih profesional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!