Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5.000 Warga Kabupaten Tangerang Menderita TBC. Wah Gawat Ini

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 00:54 WIB | Oleh:
5.000 Warga Kabupaten Tangerang Menderita TBC. Wah Gawat Ini Doc: ist
Ket. TBC

TANGERANG – Masyarakat Kabupaten Tangerang perlu memperketat penggunaan masker sebab ada 5.000 orang yang terdeteksi menderita penyakit tuberkulosis (TBC). "Hingga kini telah ditemukan hampir 5.000 kasus TBC di Kabupaten Tangerang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi di Tangerang, Senin.

Sebanyak 5.000 penderita TBC ini ditemukan dari hasil eliminasi dalam monitoring penanganan penyakit menular di Kabupaten Tangerang, katanya. "Dari 5.000 ini nanti akan diobati seluruhnya, supaya tidak menularkan ke keluarga-keluarganya," paparnya. Hendra mengungkapkan, sebagai upaya penanganan atas penemuan kasus TBC di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang ini, dia tengah menargetkan sekitar 90 persen kasus dapat ditangani.

"Sebenarnya saat ini kami sedang gencar-gencarnya melakukan penemuan kasus, pencarian kasusTBC. Kasus TBC harus dicari dulu. Target kami, 90 persen harus ditemukan," jelasnya. Hendra pun mengimbau masyarakat, jika ada anggota keluarganya terjangkit TBC segera melaporkannya ke Dinkes Kabupaten Tangerang.

"Saya mengimbau masyarakat, yang memang positif TBC, harus bekerja sama. Penyakit ini bisa sembuh kalau minum obat," tuturnya. Sembuh enam bulan minum obat. Penyakitnya sembuh sempurna. Jadi harus rajin minum obat. Keluarganya juga kalau ada yang terdeteksi, bareng-bareng minum obatnya.

Kalau Kabupaten sibuk urusan TBC, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, pamer telah mengobati cacing sebanyak 271.287 anak. Mereka berusia 1 hingga 12 tahun guna menjamin pertumbuhan berjalan optimal.

Kepala Dinkes Kota Tangerang  Dini Anggraeni mengatakan pemberian obat cacing dibagikan secara rutin dan periodik pada bulan Maret dan September melalui posyandu dan sekolah.

Berdasarkan data, jumlah anak-anak yang telah mendapatkan obat cacing 271.287. "Kami juga memastikan tidak hanya memberikan obat cacing kepada anak tetapi juga diminum guna menjaga kesehatan anak dapat terwujud maksimal," katanya.

Menurutnya, pemberian obat cacing dilakukan gratis untuk menekan angka infeksi cacingan secara berkala dan rutin. Sejauh ini belum ada laporan terkait adanya infeksi cacingan, namun pemberian obat cacing terus dibagikan secara rutin.

“Tidak hanya pemberian obat cacing , kami juga menekankan peran posyandu untuk memantau kesehatan anak-anak tidak luput memantau gizi dan tanda-tanda gejala cacingan lainnya,” kata Dini Anggraeni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.