Pempek Wong Kapitan Jadi Primadona Kuliner di Festival Hikayat Nusantara GBK
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 14:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
JAKARTA - Festival budaya Hikayat Nusantara yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), 23–24 Agustus 2025, menghadirkan ragam kuliner tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Dari sekian banyak pilihan makanan, pempek khas Palembang, Wong Kapitan, menjadi salah satu primadona yang paling banyak diburu pengunjung.
Gerai pempek di area bazar kuliner selalu dipadati antrean sejak pagi hingga malam. Hidangan khas Palembang berbahan dasar ikan ini disajikan dengan kuah cuko yang asam, manis, sekaligus pedas, sehingga menghadirkan sensasi rasa yang kuat. Kombinasi rasa tersebut membuat pempek digemari berbagai kalangan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Tersedia berbagai varian pempek seperti kapal selam, lenjer, adaan, hingga pempek kulit yang menjadi favorit pengunjung. Tekstur ikan yang kenyal berpadu dengan kuah cuko kental menghadirkan pengalaman kuliner khas Sumatera Selatan di tengah festival budaya di Jakarta. "Rasanya autentik, mirip dengan yang pernah saya coba langsung di Palembang," ujar Rina, salah satu pengunjung asal Depok.

Pempek wong kapitan laris diantre dalam acara Hikayat Nusantara di Indonesia Arena
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengaku sengaja datang ke festival untuk mencari sajian khas daerah dan merasa puas bisa menemukan pempek dengan rasa yang sesuai harapan. Pempek Wong Kapitan menyediakan menu andalan seperti Pempek Tenggiri Goreng yang renyah di luar, lembut di dalam. Ini disajikan dengan cuko asam manis yang khas. Kemudian ada juga Mie Celor Udang, dengan kuah kental gurih, bikin hangat dan bikin nagih! Selanjutnya, Tekwan Palembang, berupa bola ikan kenyal dalam kuah kaldu ikan yang segar!

Kalau sudah mencoba di tempat dan merasa nikmat, Wong Kapitan juga menyediakan untuk dibawa pulang agar bisa dimasak di rumah. Wong Kapitan sudah menyiapkan varian menu frozen yang bisa dibeli untuk stok di rumah! Selama belanja di Indonesia Arena ini dapatkan promo potongan harga 15 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:

Ketua Umum PSI, Kaesang P, juga pernah mencicipi lezatnya pempek wong kapitan
Bagi para penjual, momentum festival ini juga menjadi ajang promosi yang berharga. Salah satu pedagang pempek, Vero, mengaku senang bisa memperkenalkan kuliner khas Palembang di acara berskala nasional. Menurutnya, pempek selalu memiliki daya tarik tersendiri karena cita rasanya yang unik dan mudah diterima lidah masyarakat Indonesia.
“Pempek itu sederhana tapi kaya rasa. Kuah cuko yang khas jadi pembeda utama, dan itu yang membuat banyak orang ketagihan,” ujar Vero. Ia menambahkan, selama dua hari festival, penjualannya meningkat drastis karena antusiasme pengunjung begitu tinggi.
Kehadiran pempek di Hikayat Nusantara tidak hanya menjadi ajang pameran kuliner, tetapi juga sarana pelestarian budaya. Hidangan tradisional ini menjadi bukti bahwa kuliner daerah masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat modern. Bahkan, banyak pengunjung asing turut mencicipi pempek dan memberikan respon positif.
Selain menjadi ikon kuliner Palembang, pempek juga melengkapi tema besar Hikayat Nusantara yang menggabungkan seni pertunjukan dengan keragaman kuliner. Kehadirannya di festival menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa menjadi bagian penting dari diplomasi budaya Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!