Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Lebak Cegah Kasus Stunting Libatkan 18 OPD

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 08:40 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak Cegah Kasus Stunting Libatkan 18 OPD Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah.

Lebak -- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten dalam upaya melaksanakan pencegahan kasus stunting atau kekerdilan melibatkan sebanyak 18 organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

"Kita melakukan pencegahan stunting itu dengan sistem keroyokan (gotong royong) yang melibatkan OPD," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk pencegahan kasus tengkes dalam upaya mempersiapkan generasi Emas 2045, karena di daerah ini lokus stunting di 20 desa tersebar di sembilan kecamatan.

Ia menambahkan, untuk daerah lokus stunting didasari karena tingginya keluarga risiko stunting (KRS), angka stunting tinggi, prevalensi stunting tinggi dan cakupan layanan rendah.

Sedangkan, penyebab stunting itu multidimensi dan pencegahanya harus multisektor dengan kolaborasi pentahelix dengan lima unsur yaitu pemerintah, akademisi, media, dunia usaha dan kelembagaan atau komunitas masyarakat.

Selain itu juga dilakukan intervensi sensitif yang melibatkan 18 OPD, karena mereka memiliki anggaran sesuai tugas dan fungsinya (Tupoksi) masing-masing. Misalnya pada OPD Pertanian, Peternakan dan Perikanan tentu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.

Begitu juga Dinas PUPR dan Permukiman membangun sarana air bersih, sanitasi dan rumah tidak layak huni (RTLH).

"Semua penanganan stunting itu harus berjalan secara keroyokan dan konvergen terintegrasi dengan saling keterkaitan serta mempengaruhi yang dilaksanakan sesuai tupoksi masing-masing," kata Tuti menjelaskan.

Menurut dia lagi, penanganan stunting juga dilakukan intervensi spesifik dengan pedoman baru berdasarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tata Laksana Balita Bermasalah Gizi dilaksanakan di rumah sakit oleh dokter spesialis anak.

Selain itu juga dokter spesialis anak serta dokter spesialis kandungan dan kebidanan melakukan pendampingan di 21 puskesmas untuk meresepkan susu pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK).

"Kami optimistis kasus stunting itu dipastikan turun dan tidak melahirkan kasus baru jika semua komponen bersinergi dan berjalan," katanya.

Berdasarkan hasil penimbangan dan pengukuran tubuh balita pada April 2025 di Kabupaten Lebak teridentifikasi positif stunting sebanyak 4.246 orang atau 4,18 persen dari jumlah 101.513 balita yang sudah diinput ke aplikasi elektronik -Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.