Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PDIP Tantang Wamenaker Immanuel Ebenezer Buktikan Sesumbar Menteri Korupsi Dihukum Mati!

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 11:46 WIB | Oleh:
PDIP Tantang Wamenaker Immanuel Ebenezer Buktikan Sesumbar Menteri Korupsi Dihukum Mati! Doc: Antara Foto
Ket. Politikus PDIP Guntur Romli

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengangkat kembali pernyataan kontroversial Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, terkait usulannya agar menteri yang terlibat korupsi dihukum mati. Guntur Romli, politisi PDIP, menantang Noel untuk membuktikan kesiapan dirinya setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Saya hanya ingin mengingatkan sesumbar Noel bahwa dia siap dihukum mati jika korupsi. Katanya dia siap? Apa sekarang dia siap?" ujar Guntur Romli kepada wartawan pada Jumat (22/8). Guntur menilai apa yang dilakukan Noel adalah tindakan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan pemerintahan.

Noel, yang sebelumnya dikenal sebagai Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), pernah mengeluarkan pernyataan tegas pada akhir 2020. Ia mendesak Presiden Jokowi memilih menteri yang memiliki integritas tinggi, bahkan mencetuskan ide bahwa menteri yang terlibat korupsi harus siap dihukum mati.

"Dicari! Menteri super siap dihukum mati jika korupsi," kata Noel dalam sebuah wawancara pada 13 Desember 2020. Ia berpendapat bahwa calon menteri harus menandatangani pakta integritas yang menyatakan siap menerima hukuman mati jika terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Menurut Guntur Romli, tindakan Noel kini mengkhianati Presiden Prabowo Subianto yang memiliki tekad untuk memerangi korupsi. "Noel tidak mewakili Istana saat melakukan tindakan kejahatan korupsi ini. Saya yakin dia berkhianat dengan tekad Presiden Prabowo untuk tidak korupsi," tegas Guntur.

Pernyataan Guntur Romli mencuat setelah KPK menangkap Noel dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (20/8). Ia diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan untuk mengurus sertifikasi K3. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 10 orang serta menyita barang bukti berupa kendaraan mewah, termasuk mobil Nissan GTR, BMW, Mitsubishi Pajero Sport, dan Vespa, hingga motor Ducati.

Kasus ini mengundang sorotan publik karena bertolak belakang dengan citra Noel yang dahulu mengkritik keras praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang
    Preview komentar:
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
  • Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
  • Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 Rp2,710 Juta/Gram, Antam Rp2,782 juta/Gram, UBS Rp2,774 Juta/Gram
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Status Siaga Kekeringan Met...

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Daerah
Prawirotaman Adakan Festiva...
Daerah
Warga Semarang yang Akan Me...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.