Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Berencana Naikkan Iuran, BPJS Sehat tapi Rakyat Sakit?

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Berencana Naikkan Iuran, BPJS Sehat tapi Rakyat Sakit? Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan.

JAKARTA - Rencana pemerintah menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan dengan dalih menjaga keberlanjutan program patut dibaca lebih jauh dari sekadar kebijakan teknis fiskal. 

Alasan keberlanjutan program bisa jadi benar, mengingat defisit pembiayaan kesehatan memang terus mengintai. 

Namun, langkah ini juga menimbulkan tanda tanya besar: apakah beban keberlanjutan sistem kesehatan nasional harus selalu ditimpakan pada rakyat, sementara pemborosan anggaran negara di sektor lain terus dibiarkan?

Kenaikan iuran mungkin menambah pemasukan jangka pendek, tetapi berpotensi memperlebar jurang ketidakadilan. 

Bagi kalangan menengah ke bawah, tambahan beban ini bisa menggerus daya beli di tengah biaya hidup yang terus naik. 

Ironisnya, kelompok rentan justru yang paling bergantung pada BPJS untuk akses layanan kesehatan. Apakah pemerintah benar-benar menjaga keberlanjutan kesehatan rakyat, atau sekadar menjaga neraca keuangan BPJS?

Lebih jauh, kebijakan ini bisa menjadi cermin kegagalan dalam membangun sistem kesehatan yang efisien dan transparan. 

Masalah utama BPJS bukan hanya iuran rendah, melainkan tata kelola yang kerap bocor, tumpang tindih klaim, hingga dugaan salah kelola rumah sakit. 

Tanpa reformasi struktural, menaikkan iuran hanya akan menjadi tambal sulam permanen yang menyandera masyarakat setiap kali BPJS defisit.

Dengan demikian, rencana kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan bukan sekadar wacana fiskal, melainkan uji kredibilitas politik pemerintah: apakah keberanian menguras kantong rakyat diimbangi dengan keberanian membenahi sistem kesehatan yang bolong? 

Jika tidak, kebijakan ini hanya akan menegaskan bahwa keberlanjutan program dibayar mahal dengan ketidakadilan sosial.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan ditujukan untuk menjaga keberlanjutan program.

“Keberlanjutan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan sangat bergantung kepada berapa manfaat yang diberikan untuk kepesertaan. Kalau manfaatnya makin banyak, berarti biayanya memang makin besar,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis (21/8).

Dengan penyesuaian tarif, kata Sri Mulyani, jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga bisa ditingkatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jamu Didorong Menembus Pasar Global

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Jamu Didorong Menembus Pasa...

Perkembangan Investasi Pusat Data di Batam

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Investasi Pusa...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.