Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Bersiap Tuntut Kamboja

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Bersiap Tuntut Kamboja Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Penjabat PM Thailand, Phumtham Vechayachai, berbicara pada media usai menghadiri pertemuan kabinet di Bangkok pada Juli lalu. Pada Senin (18/8), Vechayachai mengumumkan bahwa Thailand akan mengambil tindakan terhadap Kamboja untuk mengatasi dampak agresi.

BANGKOK – Thailand sedang bersiap untuk mengambil tindakan hukum terhadap mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, dan putranya, PM Hun Manet, atas tuduhan menggunakan kekuatan militer untuk melanggar kedaulatan Thailand.

Langkah tersebut diumumkan oleh penjabat Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri Phumtham Vechayachai setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada Senin (18/8).

Phumtham menyatakan bahwa sementara negosiasi perbatasan dengan Kamboja sedang berlangsung, pemerintah mengambil tindakan untuk mengatasi dampak agresi militer terhadap warga negara Thailand dan properti mereka.

Phumtham pun menjelaskan bahwa Kepolisian Kerajaan Thailand dan Komando Daerah Kepolisian Provinsi 3 akan berperan sebagai titik sentral penerimaan pengaduan, baik dari warga masyarakat maupun instansi pemerintah.

Semua kasus pengaduan itu semuanya akan diteruskan ke kantor Jaksa Agung, yang akan bertindak sebagai pengacara negar” dan mengawasi tuntutan hukum.

Phumtham menjelaskan bahwa tindakan hukum tersebut akan sepenuhnya menjadi masalah domestik menurut hukum Thailand, bukan masalah internasional.

“Kami tidak akan mengajukan kasus ke Mahkamah Internasional karena kami tidak menerima yurisdiksi mereka,” ujar dia.

Penjabat Perdana Menteri Thailand itu pun membenarkan pendekatan domestik, dengan mengatakan bahwa hal itu merupakan tindakan yang diperlukan dan tepat untuk mengatasi serangan terhadap warga negara Thailand dan properti publik.

Ia menambahkan bahwa kegagalan bertindak dapat membuat pejabat terkena tuduhan kelalaian.

Phumtham juga memperingatkan bahwa tuntutan hukum tersebut akan diajukan sebagai kasus penahanan sementara, yang berarti surat perintah penangkapan akan dilayangkan jika orang-orang yang disebutkan dalam kasus tersebut memasuki Thailand.

Ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan pelacakan jaringan keuangan politisi Kamboja di Thailand, termasuk milik Hun Sen, Phumtham mengatakan bahwa masalah ini akan dipertimbangkan kasus per kasus dan bukan merupakan  topik yang pantas untuk dibahas publik.

Genjatan Senjata

Sementara itu dari Kuala Lumpur, Malaysia, dilaporkan bahwa ketua Asean yang juga PM Malaysia, Anwar Ibrahim, telah melakukan sambungan telepon dengan pemimpin Kamboja dan Thailand, untuk membahas perkembangan gencatan senjata antara kedua negara bertetangga itu.

Dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur pada  Selasa, PM Anwar menelepon PM Kamboja, Hun Manet, terlebih dulu dimana keduanya membahas perkembangan terkini melibatkan gencatan senjata di antara pihak Kemboja dan Thailand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.