Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

QRIS di Tiongkok Akhir 2025: Gebrakan Visioner atau Langkah Terlalu Berani?

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
QRIS di Tiongkok Akhir 2025: Gebrakan Visioner atau Langkah Terlalu Berani? Doc: ANTARA/ Amandine Nadja
Ket. Masyarakat sedang memindai QRIS di salah satu stan acara Pekan QRIS Nasional BI Kepri di Batam, Kepri.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan ambisinya memperluas cakupan layanan pembayaran digital lintas negara dengan menargetkan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Tiongkok pada akhir 2025.

Langkah ini tidak hanya dipandang sebagai kemajuan teknologi transaksi, melainkan juga strategi geopolitik ekonomi yang berani, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang utama sekaligus pasar terbesar bagi Indonesia.

Jika target ini terealisasi, jutaan wisatawan dan pelaku usaha Indonesia maupun Tiongkok akan merasakan efisiensi transaksi tanpa perlu repot menukar mata uang.

Namun, di balik optimisme ini, muncul tantangan serius: mulai dari integrasi sistem pembayaran dengan ekosistem Tiongkok yang sangat protektif, isu keamanan data, hingga potensi dominasi teknologi finansial asing atas ruang ekonomi digital Indonesia.

Dengan target besar ini, BI seolah ingin menunjukkan bahwa kedaulatan ekonomi digital Indonesia tidak hanya berhenti pada retorika, tetapi harus diuji langsung di panggung global. Namun, apakah infrastruktur dan regulasi domestik sudah cukup siap menghadapi persaingan digital dengan Tiongkok yang begitu masif?

“Mudah-mudahan, insya Allah, akhir tahun kita bisa implementasi QR Indonesia-Tiongkok dua sisi, baik inbound maupun outbound,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Agustus 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (20/8).

Menurutnya, proses implementasi QRIS di Tiongkok masih dalam tahap uji coba terbatas (sandboxing) bersama People’s Bank of Tiongkok (PBoC) per 17 Agustus 2025.

Uji coba itu melibatkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), UnionPay International (UPI), dan perwakilan dari dua pemain utama di Tiongkok.

“Kalau mau melakukan QRIS Cross Border itu ada tahapan MoU (Nota Kesepahaman) dulu antara bank sentral, lalu antara industri, setelah itu pengembangan interlinking, baru uji coba sandbox. Ini pada tahapan terakhir uji coba sandbox, setelah itu kami implementasi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, layanan QRIS resmi dapat digunakan sebagai media pembayaran di Jepang melalui pemindaian JPQR Global pada 17 Agustus 2025.

Adapun BI melaporkan volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS secara umum tumbuh signfikan sebesar 162,77 persen (year-on-year/yoy) per Juli 2025.

Peningkatan QRIS sejalan dengan pertumbuhan pembayaran digital yang meningkat di seluruh komponen sehingga tumbuh 45,30 persen (yoy) dan mencapai 4,44 miliar transaksi.

Volume transaksi aplikasi mobile dan internet meningkat masing-masing sebesar 26,07 persen (yoy) dan 12,68 persen (yoy).

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-Fast tumbuh 37,56 persen (yoy) sehingga mencapai 414,62 juta transaksi, dengan nilai mencapai Rp1.016,48 triliun di sepanjang Juli 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Pelatihan Menyusun Proposal dan Laporan Keuangan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pelatihan Menyusun Proposal...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.