Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wajah Ikonis Kota Bandung Tercoreng, Kolong Jembatan Pasupati Penuh Sampah Menumpuk

25 Selasa, 15 Sep 2026, 06:20 WIB | Oleh:
Wajah Ikonis Kota Bandung Tercoreng, Kolong Jembatan Pasupati Penuh Sampah Menumpuk Wajah Ikonis Kota Bandung Tercoreng, Kolong Jembatan Pasupati Penuh Sampah Menumpuk Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar
Ket. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman saat memimpin aksi gerakan bersih-bersih di kawasan Taman Skateboard, kolong Jembatan Pasteur Surapati atau Pasupati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung, Sabtu (12/9).

BANDUNG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyoroti penumpukan sampah di kolong Jembatan Pasupati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja) dan mendesak jajaran kewilayahan untuk segera membenahi pengelolaan sampah langsung dari tingkat hulu, Senin (14/9).

Ia menilai penataan dan kebersihan di bawah salah satu ikon wajah Kota Bandung tersebut harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh ditunda lagi.

"Saat bebersih di bawah Jembatan Pasupati. Kita lihat bagaimana sampahnya menumpuk luar biasa. Kolong Jembatan Pasupati harus bersih dan tidak pakai lama," ujar Herman di Bandung, Senin.

Herman mengingatkan bahwa aksi tangkap sampah di lokasi tidak akan menyelesaikan akar masalah jika perilaku pembuangan tidak diubah.

Oleh karena itu, ia meminta jajaran tingkat kecamatan hingga kelurahan aktif turun mengedukasi masyarakat guna mengurai timbulan sampah sejak dari rumah tangga melalui pemilahan, pemanfaatan ulang, dan daur ulang.

"Komponen kecamatan harus membantu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah tangga, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah tangga," ucapnya.

Langkah pengurangan sampah dari hulu ini dinilai kian mendesak mengingat kondisi Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang daya tampungnya semakin kritis dan terbatas.

"Seperti sampah-sampah ini, ujungnya dibuang ke TPS Sarimukti, sementara Sarimukti sudah penuh," kata Herman.

Ia menegaskan keberhasilan penanganan sampah perkotaan sangat bergantung pada komitmen kewilayahan dalam menghentikan suplai sampah ke TPPAS Sarimukti.

"Jadi kami minta komitmen unsur kewilayahan, terutama kecamatan, agar permasalahan persampahan ini diselesaikan sejak dari hulu," tutur Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
Selangkah Lagi Juatra! Ubed ke Final French Open Setelah Tundukkan Lanier

Selangkah Lagi Juatra! Ubed ke Final French Open Setelah Tundukkan Lanier

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.