Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Bahan Pokok Bisa Melonjak Saat Nataru? Papua Mulai Pasang Strategi

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 05:38 WIB | Oleh:
Harga Bahan Pokok Bisa Melonjak Saat Nataru? Papua Mulai Pasang Strategi Doc: Antara foto
Ket. Salah satu penjual komoditi tani yang ada di Pasar Hamadi Kota Jayapura, Papua.

JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Senin, mengatakan berdasarkan data inflasi tahunan Agustus 2026 terhadap Agustus 2025 tercatat sebesar 2,75 persen, sedangkan inflasi bulanan Agustus 2026 terhadap Juli 2026 sebesar minus 0,89 persen.

"Dengan angka tersebut menunjukkan inflasi di Provinsi Papua sepanjang 2026 masih terjaga dan terkendali, dengan berada di bawah target inflasi nasional sebesar 3,5 persen," katanya.

Menurut Chistian, capaian inflasi tersebut menjadi salah satu yang terbaik serta terendah di Indonesia sehingga perlu dipertahankan hingga akhir tahun.

“Oleh sebab itu ke depan pemerintah daerah secara rutin melakukan rapat pengendalian inflasi setiap pekan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali," ujarnya.

Dia mengatakan berdasarkan pemantauan terakhir, stok sejumlah komoditas pangan utama seperti beras dan cabai rawit masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dan sebagai langkah antisipasi, kami akan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh instansi terkait," katanya lagi.

Di menambahkan pada Rakor TPID tersebut akan memprioritaskan tiga hal utama, yakni menjaga stabilitas harga bahan pokok, memastikan ketersediaan stok, serta melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan.

“Serta faktor cuaca juga harus diantisipasi, seperti El Nino, musim hujan maupun gelombang tinggi yang dapat mengganggu distribusi dan pasokan bahan pangan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Nasional
Bikin Bangga! Pemuda Indone...
Megapolitan
Konjungsi dan Okultasi Venu...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.