Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Keamanan dan Transparansi, Pemkot Surabaya akan Pasang CCTV Parkir di Tempat Usaha

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 17:17 WIB | Oleh:
Tingkatkan Keamanan dan Transparansi, Pemkot Surabaya akan Pasang CCTV Parkir di Tempat Usaha Doc: Istimewa
Ket. Pemkot Surabaya menegaskan pemasangan CCTV terbatas pada area parkir untuk memberikan keamanan serta menghitung jumlah kendaraan yang terparkir pada area parkir dalam proses perhitungan pajak parkir.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan pemasangan kamera Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi usaha, terbatas di pintu masuk halaman tempat usaha. Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan rasa aman bagi pengusaha maupun pengunjung, sekaligus meningkatkan transparansi jumlah kendaraan yang terparkir.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M Fikser, mengatakan bahwa pemkot telah menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jawa Timur, Ferry Setiawan, pada Jumat (15/8). Pertemuan ini untuk diskusi bersama terkait lokasi titik rencana pemasangan CCTV.“Di dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa CCTV yang kita rencanakan pemasangan adalah CCTV yang di halaman tempat usaha,” ujar Fikser, Sabtu (16/8).Fikser menjelaskan bahwa tujuan pemasangan CCTV adalah untuk keamanan dan ketertiban. Ia mengakui bahwa untuk menggerakkan ekonomi Surabaya, tentu pemkot tidak bisa bekerja sendiri. "Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pemerintah juga tidak bisa sendiri. Karena itu, pemerintah juga melibatkan semua stakeholders, dalam hal ini pengusaha," jelasnya.Karenanya, Fikser menegaskan bahwa CCTV tidak akan menyoroti aktivitas di dalam restoran. Selain di pintu masuk halaman tempat usaha, nantinya CCTV juga akan dipasang di jalan. "Jadi nanti ada yang di jalan, ada yang di halaman usaha untuk keamanan. Nah, untuk yang halaman itu juga untuk menghitung pajak kendaraan dan tidak mengubah apapun," paparnya.Ia menyebut bahwa Pemkot Surabaya hanya menerima 10 persen pajak kendaraan bermotor. Sementara 90 persen tetap masuk ke pengusaha. "Jadi kalau ada yang bayar (parkir) 2.000 500 rupiah, ke pemkot cuma 200 500 rupiah. Begitupun kalau orang bayar (parkir) 5.000, 10 persen nya 500 rupiah, ke pemkot," bebernya.Ia menambahkan, dana yang diperoleh dari pajak ini kemudian yang digunakan untuk membiayai pendidikan, BPJS Kesehatan, dan sebagainya. “Jadi ketika kita jelaskan kepada Apkrindo Jatim, Pak Ferry setuju, dia menyadari, oh seperti itu. Jadi dipikir kita itu pasang CCTV di dalam restoran, tidak," ungkap Fikser.Selain itu, pihaknya juga memastikan tidak akan mengganggu privacy tempat usaha. Bahkan, pemasangan CCTV di pintu masuk halaman tempat usaha juga sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemkot Surabaya. "Di halaman itu pun juga kita tidak mengubah apapun, tidak mengambil listrik dari pengusaha, semuanya dari kita. Dan dari pertemuan itu, Pak Ferry pun juga menyetujui," jelas Fikser.Oleh sebabnya, Fikser menyatakan bahwa persoalan surat edaran pemasangan CCTV yang diterima para pengusaha sebenarnya sudah selesai. "Artinya, memang dari sisi ini kita juga sudah melakukan sosialisasi. Mudah-mudahan dengan pertemuan kemarin, pemerintah kota dengan Pak Ferry ini sudah bisa clear," terangnya.Sementara itu, Ketua Umum APKRINDO Jawa Timur, Ferry Setiawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemasangan CCTV yang dilakukan Pemkot Surabaya di area parkir."APKRINDO mendukung pemasangan CCTV di area parkir. Kami mendukung pemkot untuk menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk pembangunan kota," ujar Ferry.Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Reklame, Pajak Hiburan, Pajak Penerangan Jalan, dan Pajak Air Tanah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya, Ekkie Noorisma.Ia menegaskan bahwa CCTV hanya dipasang di lokasi usaha wajib pajak yang menjadi objek pajak daerah, seperti tempat usaha. "Area pemasangan CCTV terbatas pada area parkir untuk memberikan keamanan bagi pengunjung serta menghitung jumlah kendaraan yang terparkir pada area parkir dalam proses perhitungan pajak parkir," kata Ekkie.Selain itu, Ekkie juga memastikan bahwa pemasangan CCTV bukan pada area private business, utamanya kasir. Bahkan, ia mengungkap jika Bapenda Surabaya bersama Perangkat Daerah (PD) terkait dan APKRINDO, akan bersama-sama meninjau langsung titik-titik rencana pemasangan CCTV. "Untuk rumah pribadi warga bukanlah objek pemasangan CCTV," imbuhnya.Ia menambahkan bahwa pemasangan CCTV bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi pengusaha serta pengunjung, sekaligus meningkatkan transparansi jumlah kendaraan yang terparkir. "Hal ini dilaksanakan dalam rangka mendukung sistem pemungutan pajak daerah yang lebih adil dan akuntabel," pungkasnya.Sebagai informasi, kewenangan Bapenda Surabaya dalam pemasangan CCTV telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Selain itu, landasan hukum juga tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Surabaya Nomor 7 Tahun 2023 serta Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2024. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.