Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Bandang Tewaskan 307 Orang di Pakistan dan Kashmir

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 13:22 WIB | Oleh:
Banjir Bandang Tewaskan 307 Orang di Pakistan dan Kashmir Doc: AFP
Ket. Beberapa kematian terjadi di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, meskipun sebagian besar korban berada di Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut.

JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan terus bertambah. Sedikitnya 307 orang dipastikan tewas.

Mengutip BBC, sebagian besar korban tewas tercatat oleh otoritas bencana di provinsi pegunungan Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut. Setidaknya 74 rumah rusak, dan satu unit helikopter penyelamat jatuh saat operasi, menewaskan lima awaknya.

Sembilan orang tewas di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, sementara lima lainnya tewas di wilayah utara Gilgit-Baltistan, kata pihak berwenang.

Peramal cuaca pemerintah mengatakan hujan lebat diperkirakan akan terjadi hingga 21 Agustus di wilayah barat laut negara itu, di mana beberapa daerah telah dinyatakan sebagai zona bencana.

Di Buner, seorang korban selamat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa banjir datang seperti "hari kiamat".

"Saya mendengar suara keras seolah-olah gunung itu longsor. Saya bergegas keluar dan melihat seluruh area berguncang, seolah-olah kiamat akan tiba," kata Azizullah.

"Tanah bergetar karena kekuatan air, dan rasanya seperti kematian sedang menatap wajahku."

Kepala Menteri Khyber Pakhtunkhwa, Ali Amin Gadapur, mengatakan helikopter M-17 jatuh karena cuaca buruk saat terbang menuju Bajaur, wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan.

Di Bajaur, kerumunan orang berkumpul di sekitar sebuah ekskavator yang sedang menggali bukit berlumpur, menurut foto-foto AFP. Doa pemakaman dimulai di sebuah paddock di dekatnya, dengan orang-orang yang berduka di depan beberapa jenazah yang ditutupi selimut.

Khyber Pakhtunkhwa telah mengumumkan hari berkabung.

Di wilayah Kashmir yang dikuasai India, tim penyelamat mengeluarkan mayat dari lumpur dan puing-puing pada hari Jumat setelah banjir melanda sebuah desa di Himalaya, menewaskan sedikitnya 60 orang dan menghanyutkan puluhan lainnya.

Hujan monsun antara bulan Juni dan September menghasilkan sekitar tiga perempat curah hujan tahunan di Asia Selatan. Tanah longsor dan banjir sering terjadi, dan lebih dari 300 orang tewas pada musim hujan tahun ini.

Pada bulan Juli, Punjab, rumah bagi hampir separuh dari 255 juta penduduk Pakistan, mencatat 73% lebih banyak curah hujan dibanding tahun sebelumnya dan lebih banyak kematian dibanding seluruh musim hujan sebelumnya.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim membuat peristiwa cuaca lebih ekstrem dan lebih sering terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

48 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.