Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Titiek Soeharto Minta Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP ke Seluruh Daerah

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Titiek Soeharto Minta Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP ke Seluruh Daerah Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara merata ke seluruh daerah.

"(Program) SPHP-nya jalan terus. Kita minta supaya cepat selesai, cepat dihabiskan," kata Titiek saat ditemui usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Titiek mengatakan sejauh ini hasil pemantauan pihaknya di sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Selatan, menunjukkan penyaluran SPHP telah berjalan.

Meski demikian, ia menekankan agar Bulog segera mengeluarkan stok-stok lama di gudang agar perputaran pasokan berjalan lancar.

"Kita selalu menekankan supaya jangan yang stok-stok lama tuh tetap masih ada di gudang, harus segera dikeluarkan gitu. Jadi, ini berputar terus gitu," jelasnya.

Menanggapi informasi bahwa salah satu kendala minimnya penyaluran SPHP dikarenakan penggunaan aplikasi Klik SPHP, Titiek mengatakan akan meminta penjelasan lebih lanjut dari Bulog.

"Nanti, kita pertanyakan," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan sejak awal Agustus 2025 pihaknya telah menggelontorkan beras SPHP secara serentak di seluruh Indonesia.

Hasilnya, harga beras berangsur turun, pasokan kembali aman dan harga gabah di tingkat petani mulai terkoreksi setelah sempat melambung tinggi.

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan, pada periode 1-14 Agustus 2025 harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah mengalami penurunan, seperti di Aceh dari Rp7.750 menjadi Rp6.900 per kilogram, Jambi dari Rp6.867 menjadi Rp6.720, dan Sumatera Selatan dari Rp6.666 menjadi Rp6.543.

Tren serupa terjadi di Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Barat.

Penurunan harga beras di tingkat konsumen juga terjadi di 19 provinsi, termasuk Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara, seiring masuknya musim panen serta intervensi besar-besaran Bulog melalui penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP.

Penurunan harga beras juga dipengaruhi oleh intervensi besar-besaran Bulog melalui penyaluran bantuan pangan alokasi Juni-Juli 2025 yang sudah tersalurkan sebanyak 338 ribu ton dan penyaluran beras SPHP yang dilakukan sejak Juli 2025 hingga saat ini mencapai 29 ribu ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.