Sekolah Rakyat Telah Berjalan di Kawasan IKN
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
SAMARINDA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut Sekolah Rakyat telah berjalan di delapan sekolah dasar (SD) di sekitar wilayah IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Pendidikan jadi kunci strategis untuk memutus rantai kemiskinan di kawasan IKN,” ujar Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw, yang juga Staf Khusus Kepala Otorita Bidang Komunikasi Publik ketika ditanya mengenai pendidikan di Sepaku, Penajam Paser Utara, kemarin.
Otorita IKN mendukung pembangunan sekolah rakyat, sebagai upaya untuk membangun generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan mampu bersaing secara global. “Sekolah Rakyat sampai saat ini telah berjalan di delapan SD di sekitar wilayah IKN,” ungkapnya.
Tercatat hasil evaluasi terakhir memberi sinyal positif, kemampuan literasi peserta didik meningkat hingga 30-40 persen, kemudian diperkuat pembelajaran bahasa Inggris melalui Hi5 Club.
Hi5 Club rutin dilakukan setiap Jumat, jelas dia, yang menghadirkan percakapan interaktif untuk menambah kosa kata sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otorita IKN bersama Tanoto Foundation menyiapkan penilaian untuk memperluas cakupan program ke sekolah-sekolah gugus dua dan tiga, sehingga manfaat pembangunan IKN dirasakan masyarakat, terutama di bidang pendidikan.
Otorita IKN mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga sektor swasta bergandengan tangan membangun sekolah-sekolah berkualitas di kawasan IKN.
Transformasi pendidikan tidak hanya membentuk karakter dan keterampilan peserta didik, kata dia, tetapi juga memberi dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program sekolah rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto dirancang membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, khususnya yang membutuhkan dukungan lebih.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengungkapkan ada sebanyak 4,16 juta anak putus sekolah di Indonesia yang paling membutuhkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Berasrama demi masa depan yang cerah.
Pernyataan tersebut diungkapkannya menjawab pertanyaan pewarta dimana saat ini ada lebih dari 100 orang anak mengundurkan diri atau tidak memenuhi panggilan sebagai siswa Sekolah Rakyat tahap pertama. “Jadi ya enggak apa-apa, semua berproses. Badan Pusat Statistik sudah menyampaikan ada sekitar 4,16 juta anak tidak sekolah, putus sekolah, belum sekolah,” kata Wamensos. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!