Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Makassar Optimalkan Lahan Sempit untuk Pertanian

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 21:02 WIB | Oleh:
Makassar Optimalkan Lahan Sempit untuk Pertanian Doc: ANTARA/HO-Pemkot Makassar
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggelar Musyawarah Tani Abbulo Sibatang (gotong royong) yang digelar oleh Kelompok Tani Manyikkoaya Makassar, Kamis (14/8).

Makassar -- Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menyerukan pentingnya pemanfaatan secara optimal lahan sempit di perkotaan untuk mendapatkan nilai tambah, seperti mengubah menjadi lahan pertanian.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis, mengajak seluruh komponen masyarakat mulai tingkat RT/RW hingga pegawai pemerintah, guna mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menopang sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan.

"Makassar ini adalah daerah perkotaan di mana tuntutannya adalah pertumbuhan penduduk yang tinggi. Dampaknya, banyak lahan pertanian yang harus berkorban untuk pembangunan," ujarnya.

Ia juga mengatakan kebutuhan beras di Kota Makassar kian meningkat seiring jumlah warga yang saat kini mencapai 1,4 juta jiwa.

Kebutuhan beras per bulan, kata dia, di kisaran 10–11 ton, sedangkan lahan pertanian yang tersisa 1.300–1.400 hektare.

Untuk itu, ia mendorong kolaborasi antara petani, perguruan tinggi, dan Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pertanian.

Dengan lahan yang terbatas, kata dia, harus memanfaatkan teknologi secara penuh untuk meningkatkan kapasitas produksi.

"Saya berharap fakultas pertanian dan guru besar pertanian terus memberikan bimbingan," katanya.

Appi--sapaan akrab Munafri Arifuddin-- itu juga mengakui bahwa hingga saat ini masih dominan metode pertanian konvensional di kalangan kelompok tani.

Ke depan, kata dia, keterlibatan generasi muda penting, khususnya di Kecamatan Biringkanaya, untuk mengadopsi digitalisasi dan teknologi pertanian.

Mengacu pada program nasional swasembada pangan yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden RI, ia menyebut Kementerian Pertanian saat ini giat membangun dan mencetak lahan sawah baru demi mengurangi ketergantungan impor beras.

"Saya harap para petani kita mau terus belajar dan meningkatkan kapasitas produksi. Beras adalah kebutuhan pokok kita semua, jadi setiap jengkal lahan yang ada harus dimanfaatkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Bupati Malinau Ajak Warga B...

Laut Pulau Bugia Gorontalo Makan Korban Seorang Mahasiswa

13 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Laut Pulau Bugia Gorontalo ...

Fashion Juga Dapat Menjadi Andalan Ekonomi Daerah

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Fashion Juga Dapat Menjadi ...
Daerah
Pendapatan Sleman Diakui Cu...
Nasional
Bapanas Sebut Penyaluran Ba...

Isu Lingkungan Jadi Perhatian Saat Hari Harimau

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Isu Lingkungan Jadi Perhati...
Olahraga
Perjuangan Keras Akhirnya M...

Banggar Segera Bahas Rencana Oblikasi Jakarta

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Banggar Segera Bahas Rencan...

Warga Daerah Tetap Bersemangat Melestarikan Situs

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Daerah Tetap Berseman...

Orang Miskin di Pekalongan Dibantu Memiliki Rumah

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Orang Miskin di Pekalongan ...

Aldila Sutjiadi Juara Ganda WTA 500 DC Open 2026

Aldila Sutjiadi Juara Ganda WTA 500 DC Open 2026

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.