Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Karhutla di Gunung Ciremai! Kuningan Siaga 24 Jam, Potensi Terbakar Capai 3.000 Hektare

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 17:26 WIB | Oleh:
Ancaman Karhutla di Gunung Ciremai! Kuningan Siaga 24 Jam, Potensi Terbakar Capai 3.000 Hektare Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Ilustrasi kondisi kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kuningan, Jawa Barat, Kamis (14/8).

KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyiapkan posko siaga, patroli kawasan rawan, dan pemantauan real time untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Ciremai. Potensi kebakaran mencapai 3.000 hektare, terutama di wilayah utara dan barat daya Taman Nasional Gunung Ciremai.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Kamis, mengatakan upaya tersebut melibatkan koordinasi lintas unsur mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Ia menegaskan pembakaran hutan, baik akibat kelalaian maupun unsur kesengajaan, akan ditindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Posko harus dibentuk, pemantauan dilakukan secara real time, dan masyarakat dilibatkan melalui piket malam. Edukasi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga harus digencarkan,” katanya.

Ia meminta camat menginstruksikan kepala desa dan lurah melakukan langkah preventif di wilayah masing-masing, seperti patroli rutin dan penyiapan peralatan pemadaman awal.

Menurut Dian, koordinasi pentahelix antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas menjadi kunci kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan, lahan, serta kekeringan.

Ia menyebut kebakaran hutan mengancam kelestarian ekosistem dan menimbulkan kerugian ekologis, ekonomi, sosial, dan budaya.

Sepanjang 2024, kata dia, tercatat 629 kejadian kebakaran hutan di Indonesia yang menghanguskan lebih dari 283 ribu hektare lahan.

“Kami berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Ciremai, yang menjadi sumber kehidupan dan identitas masyarakat Kuningan,” ujarnya.

Pihaknya berharap langkah terpadu itu mampu memperkuat pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan pascakebakaran, sehingga kelestarian Gunung Ciremai tetap terjaga demi keberlangsungan ekosistem.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mengatakan potensi kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencapai 3.000 hektare, terutama di wilayah utara dan barat daya yang banyak ditumbuhi semak belukar serta alang-alang.

“Luas potensi itu setara 20 persen dari total wilayah TNGC. Mayoritas berada di Kabupaten Kuningan, sisanya di Majalengka dan Cirebon,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.