Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Makassar Ingatkan Kepsek dalam Pengelolaan Dana BOS

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 21:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wali Kota Makassar Ingatkan Kepsek dalam Pengelolaan Dana BOS Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat sosialisasi Edukasi Antikorupsi bagi 400 kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar, di Makassar, Selasa (12/8/2025).

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin, mengingatkan kepada setiap kepala sekolah baik SD maupun SMP agar berhati-hati dalam mengelola dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Dana BOS adalah bantuan dari pemerintah dan pentingnya integritas para kepala sekolah dalam mengelola dana BOS," ujarnya saat sosialisasi Edukasi Antikorupsi bagi 400 kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar, di Makassar, Selasa (12/8).

Appi - sapaan akrab Munafri Arifuddin mengatakan korupsi kerap dilakukan dengan berbagai cara untuk mengelabui aturan.

Ia pun menekankan perlunya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, seperti Siri’ (harga diri), sebagai benteng moral dalam menjalankan tugas.

"Kalau kita bicara esensi Siri’, tidak akan ada orang yang mengambil yang bukan haknya, atau menempatkan dirinya dalam posisi abu-abu," katanya.

Berdasarkan data Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 dari KPK, tercatat 12 persen sekolah masih menyalahgunakan dana BOS, meliputi pemotongan anggaran, nepotisme, hingga penggelembungan biaya.

Sebanyak 33 persen sekolah juga dinilai berpotensi melakukan korupsi, termasuk pungutan liar (8,74 persen) dan nepotisme (20,52 persen).

Ia menegaskan, dunia pendidikan bukanlah ladang bisnis, melainkan tempat pengabdian untuk mencetak generasi penerus bangsa.

Appi mengingatkan agar kepala sekolah tidak mengotori tugas mulia dengan praktik yang merugikan negara.

Dana BOS bukan dana pribadi yang bebas dipakai. Ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan risiko hukum yang serius jika menyalahgunakan dana BOS.

"Bayangkan menjelang pensiun harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Bukannya menikmati hasil kerja puluhan tahun, malah menghabiskan waktu menghadapi proses hukum," katanya.

Menurutnya, kepala sekolah adalah panutan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam tata kelola anggaran.

"Hancurnya pengelolaan dana, muaranya ada di kepala sekolah. Karena itu, integritas adalah fondasi kepemimpinan," ucap Munafri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.