Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestarikan Ekosistem Sanggabuana, B. Braun Indonesia Tanam 500 Pohon Endemik

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 20:02 WIB | Oleh:
Lestarikan Ekosistem Sanggabuana, B. Braun Indonesia Tanam 500 Pohon Endemik Doc: B. Braun Indonesia
Ket. Karyawan B. Braun sedang melakukan penanaman pohon endemik di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat. Jenis pohon yang ditanam antara lain puspa, rasamala, beringin, salam, picung, afrika, aren, durian, petai, jengkol, kecapi, dan trembesi.

JAKARTA – B. Braun Indonesia, perusahaan teknologi medis terdepan yang berkantor pusat di Jerman, melakukan penanaman pohon di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) sekaligus menyambut Hari Konservasi Alam Nasional, yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus.

“Tujuannya adalah melestarikan ekosistem hutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Presiden Direktur B. Braun Indonesia Rainer Ruppel, melalui keterangannya pada hari Selasa (12/8).

Lebih dari 100 karyawan B. Braun Indonesia berpartisipasi secara sukarela dalam penanaman 500 bibit pohon endemik hutan Sanggabuana dan pembersihan jalur pendakian. Jenis pohon yang ditanam antara lain puspa, rasamala, beringin, salam, picung, afrika, aren, durian, petai, jengkol, kecapi, dan trembesi. Pohon-pohon ini dipilih karena memiliki nilai ekologis tinggi serta manfaat langsung bagi lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menginspirasi langkah nyata dalam pelestarian hutan yang menjadi sumber kehidupan bagi satwa liar dan masyarakat lokal. Partisipasi aktif karyawan kami mencerminkan semangat kolaboratif untuk masa depan yang lebih hijau," ujarnya.

“Lebih dari itu, B. Braun Indonesia secara aktif mendorong para karyawannya untuk turut berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan kerelawanan, khususnya dalam pelestarian lingkungan seperti yang kami lakukan hari ini,” tambah Rainer.

Pegunungan Sanggabuana merupakan kawasan hutan seluas 16.500 hektar yang menjadi habitat bagi sekitar 477 spesies satwa liar. Dari jumlah tersebut, 47 di antaranya merupakan satwa dilindungi, dan 248 spesies tercatat dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu daftar global yang mengidentifikasi spesies yang terancam punah.

Lima spesies di antaranya masuk dalam kategori sangat terancam punah dan sepuluh lainnya tergolong terancam punah. Salah satu blok penting di kawasan ini adalah Blok Dindingari, yang menjadi habitat lima jenis primata endemik Jawa seperti Owa Jawa, Lutung Jawa, Surili, Kukang Jawa, dan Monyet Ekor Panjang. Sayangnya, sebagian pohon pakan alami primata tersebut telah hilang akibat alih fungsi lahan, sehingga rehabilitasi menjadi sangat penting.

 Pendiri Sanggabuana Conservation Foundation, Bernard Triwanarta Wahyu Wiryanta, menyambut baik inisiatif ini. Penanaman 500 pohon oleh B. Braun Indonesia merupakan langkah nyata yang sangat didukung dalam upaya memperbaiki ekosistem hutan Sanggabuana.

“Selain nilai ekologisnya, berbagai jenis pohon yang ditanam juga berpotensi memberikan manfaat langsung bagi kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Rainer menambahkan, melalui kegiatan ini, B. Braun Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi keberlanjutan alam Indonesia. B. Braun, percaya bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari visi jangka panjang kami untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup.

“Upaya rehabilitasi hutan di kawasan Sanggabuana mencerminkan komitmen ini, tidak hanya dengan berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga dengan mendukung ketahanan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Tindakan ini adalah bagian dari tujuan kami yang lebih luas untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan melalui praktik korporat yang bertanggung jawab,” paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng

Potensi komoditas kakao Jembrana

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.