Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Detik-Detik Gempa 6,4 M di Papua: Getaran Kuat, Bangunan Rusak, Warga Lari Menyelamatkan Diri

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 17:20 WIB | Oleh:
Detik-Detik Gempa 6,4 M di Papua: Getaran Kuat, Bangunan Rusak, Warga Lari Menyelamatkan Diri Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Arsip foto - Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memaparkan analisa potensi tsunami di wilayah Indonesia dampak gempa bumi Rusia, dalam konferensi persi di Jakarta, Rabu (30/7).

JAKARTA - Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, Selasa (12/8) petang. Getaran terasa hingga Jayapura dan Wamena, menyebabkan kerusakan bangunan serta diikuti gempa susulan, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat gempa bumi ini menimbulkan kerusakan di Sarmi, namun belum ada laporan lanjutan," kata Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa gempa itu terdeteksi berada di darat dengan kedalaman 38 kilometer pada jarak 4 kilometer dari arah tenggara Sarmi, Papua.

Getaran gempa dirasakan mengguncang sejumlah daerah beberapa saat dengan skala intensitas IV MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) hingga terkecil skala intensitas II MMI yakni meliputi wilayah Sarmi hingga Kota Jayapura, dan Wamena.

BMKG mendeteksi sedikitnya ada empat gempa susulan dengan kekuatan terbesar 5,1 - 4,1 magnitudo.

Namun berdasarkan analisa seismologis sementara gempa dangkal akibat adanya aktivitas Jalur Anjak Mamberamo (Mamberamo Thrust Belt) tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memeriksa dan memastikan kembali bangunan tempat tinggal tidak ada kerusakan akibat getaran gempa sebelum kembali memasukinya.

Selain itu kewaspadaan juga mesti ditingkatkan seraya tetap mengikuti pedoman dari pemerintah setempat, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG.

Hasil analisa tersebut biasa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat di Jayapura dan Wamena, Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Disnaker Kota Bandung Dorong Program Magang

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disnaker Kota Bandung Doron...
Daerah
Pemkot Bandung Bahas Pengha...

METOO Kembali Hadir di TikTok For You Beauty 2026

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Rona
METOO Kembali Hadir di TikT...

Seribu Lebih Warga Jakarta Adukan Masalah SPMB

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Seribu Lebih Warga Jakarta ...

Roy Suryo dan Tifa Ditangkap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Roy Suryo dan Tifa Ditangkap

Kenali Tanda-tanda Migrain Segera Kambuh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Kenali Tanda-tanda Migrain ...

Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Masa Bediding Saat ...
Megapolitan
Izin Produksi Perfilman di ...
Jumlah Doktor Masih Rendah, Kemdiktisaintek Buka Afirmasi bagi Dosen NTT.

Jumlah Doktor Masih Rendah, Kemdiktisaintek Buka Afirmasi bagi Dosen NTT.

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.