Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stunting di Lombok Tengah Sudah di 9,56 Persen

📅 Senin, 11 Agu 2025, 15:20 WIB | Oleh:
Stunting di Lombok Tengah Sudah di 9,56 Persen Doc: ANTARA/Akhyar Rosid
Ket. Rapat evaluasi Tim percepatan penurunan stunting di Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Senin (11/8).

Lombok Tengah -- Wakil Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) HM Nursiah mengatakan berdasarkan data sementara angka stunting pada semester pertama 2025 telah satu digit atau 9,56 persen.

"Angka stunting di Lombok Tengah pada semester pertama 2025 ini sebanyak 9,56 persen atau sekitar 8.000 balita," kata HM Nursiah saat rapat evaluasi penurunan stunting bersama Tim percepatan penurunan stunting di Lombok Tengah, Senin.

Ia mengatakan angka stunting di Lombok Tengah terus mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di 2024 mencapai 10,15 persen dan di 2023 mencapai 13 persen atau di bawah target nasional yakni 14 persen.

"Dengan angka stunting satu digit, supaya percepatan penurunan stunting bisa ditingkatkan sesuai target," katanya.

Program percepatan penurunan stunting telah dianggarkan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita stunting.

Selain itu, program di APBDes masing-masing desa tetap dilakukan dialago untuk mendukung penurunan stunting.

Ia mengatakan evaluasi program penurunan stunting tersebut merupakan salah satu instrumen untuk menguji tercapainya program yang dilaksanakan dalam menargetkan penurunan stunting satu digit.

"Apa yang menjadi catatan dalam program itu penting dilakukan kolaborasi bersama untuk mendukung penurunan stunting ini,"katanya.

Untuk menurunkan angka stunting tersebut tidak sulit, namun membutuhkan kolaborasi dan ikhtiar bersama dalam mendukung program penurunan stunting tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada petugas puskesmas di 12 kecamatan untuk tetap meningkatkan ikhtiar dalam mendukung penurunan stunting ini.

"Rata-rata angka stunting di masing-masing wilayah atau puskesmas itu ada yang di angkat 8 persen, 9 persen dan 10 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.