Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Tanah Bumbu Siapkan 145 Embung Hadapi Ancaman Karhutla

📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Tanah Bumbu Siapkan 145 Embung Hadapi Ancaman Karhutla Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhhutla) yang melanda lahan gambut di Kecamatan Kusan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menyiapkan embung dan relawan untuk menghadapi potensi bencana alam pada musim kemarau, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu Sulhadi di Batulicin, Sabtu, mengatakan pemerintah daerah (pemda) telah membangun 145 embung di desa yang dinilai rawan karhutla.

"Rapat koordinasi juga dilakukan untuk menjaga sinergi lintas sektor menghadapi potensi karhutla serta memperketat pengawasan di wilayah rawan bencana," ujarnya.

Menurut Sulhadi, setiap embung memiliki kapasitas tampung air hingga ribuan meter kubik sehingga dapat memastikan penanganan karhutla dilakukan cepat dan maksimal.

Untuk memperkuat pencegahan dan penanganan, lanjut dia, BPBD Tanah Bumbu meminta pemerintah desa menyiapkan peralatan pemadam kebakaran dengan target satu desa memiliki satu alat pemadam.

Pemkab Tanah Bumbu juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan kabupaten lain di Kalsel juga telah menetapkan status tersebut," kata Sulhadi.

Sulhadi mengungkapkan belum ada kasus yang signifikan di Tanah Bumbu hingga saat ini, karena penanganan dan pencegahan karhutla dilakukan tim pengendalian bencana secara maksimal.

BPBD Tanah Bumbu menetapkan Kecamatan Batulicin, Satui, Simpang Empat, Kusan Tengah, Mantewe, Kusan Hulu, dan Teluk Kepayang, sebagai wilayah berpotensi karhutla.

"Strategi kesiapsiagaan terus kami rumuskan berdasarkan data potensi kerawanan di masing-masing wilayah," tutur Sulhadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Koperasi Harus Bangkit! Fok...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.