Sidang Judol Kominfo Memanas! Brigita Ungkap Tekanan Seret Menteri Budi Arie
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 13:27 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: (ilustrasi) ANTARA FOTO/Akbar
Jakarta – Sidang kasus dugaan pencucian uang dalam jaringan pelindung situs judi online (judol) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengungkap fakta mengejutkan. Dalam sidang pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/8), terdakwa Adriana Angela Brigita mengaku pernah ditekan agar menyeret nama eks Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi ke dalam pusaran perkara yang menjeratnya.
Brigita yang juga didakwa sebagai bagian dari klaster tindak pidana pencucian uang (TPPU), menyatakan bahwa ia dan suaminya, Zulkarnaen Apriliantony juga terdakwa dalam kasus ini diancam akan dipenjara jika tidak menyebut Budi Arie dalam persidangan. Meski demikian, ia memilih menolak tekanan tersebut karena menilai Budi Arie tidak memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ilegal yang disidik.
"Saya tidak menyesal, saya justru bangga telah melakukan hal yang benar. Saya menolak menyeret orang yang tidak bersalah," kata Brigita dengan nada tegas dalam ruang sidang.
Ia juga mengungkap bahwa tekanan tersebut disampaikan dalam bentuk ajakan untuk memberikan kesaksian palsu. Namun Brigita mengklaim berhasil meyakinkan suaminya agar tidak ikut dalam upaya tersebut. “Saya tidak ingin menghancurkan hidup seseorang yang tidak terlibat,” ujarnya.
Nama Budi Arie memang beberapa kali muncul dalam kesaksian para terdakwa. Ia sempat disebut dalam konteks pembagian “jatah” dan disebut-sebut mengetahui praktik perlindungan terhadap situs judi online oleh anak buahnya. Namun, sejauh ini tidak ada bukti hukum yang menunjukkan keterlibatan langsung Budi Arie, dan jaksa pun tidak memasukkan namanya dalam dakwaan resmi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Brigita kini tengah menghadapi tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta. Namun dalam pledoinya, ia menyebut dirinya sebagai korban kriminalisasi dan berharap majelis hakim memberikan keadilan dengan mempertimbangkan nasib dua anaknya yang masih kecil.
“Saya ingin kembali menjadi ibu yang merawat anak-anak saya, bukan sebagai tahanan yang dipaksa menerima tuduhan yang tidak saya lakukan,” tutur Brigita penuh haru.
Perkara jaringan judi online ini terpecah dalam empat klaster, mencakup koordinator, eks pegawai Kominfo, agen situs, serta pelaku TPPU. Brigita termasuk dalam klaster terakhir, yang diduga membantu menyamarkan aliran dana ilegal. Sidang vonis dijadwalkan digelar dalam beberapa pekan ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!