Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Potensi Pariwisata Disebut Gila-gilaan, BI: Saatnya Dimaksimalkan!

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Pariwisata Disebut Gila-gilaan, BI: Saatnya Dimaksimalkan! Doc: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ket. Ilustrasi. Sendratari Ramayana berlatar belakang Candi Prambanan yang pertama kali dipentaskan pada 1961 menjadi daya tarik wisata budaya untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

JAKARTA - Sektor pariwisata tidak hanya menjadi sumber devisa yang signifikan, tetapi juga memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor lain seperti transportasi, kuliner, perhotelan, hingga industri kreatif. 

Dengan kontribusi terhadap PDB yang terus meningkat dan kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, pariwisata berperan sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. 

Jika didukung oleh infrastruktur yang memadai, promosi yang efektif, dan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan, sektor ini dapat menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta mendongkrak daya saing Indonesia di kancah internasional.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengingatkan kekuatan ekonomi domestik yang dimiliki Indonesia menjadi pembeda utama dibandingkan negara lain, sekaligus membuka peluang yang besar untuk menarik investasi. Dalam konteks ini, pengembangan sektor pariwisata dinilai semakin relevan.

“Faktanya Indonesia negara yang indah (memiliki alam yang indah). Tapi ternyata kontribusi sektor pariwisata terhadap Indonesia itu masih relatif kecil,” kata Destry saat membuka talkshow “Next-Gen Tourism” dalam acara Karya kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta, Kamis (7/8).

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai empat persen pada 2024. Menurut Destry, angka ini masih relatif kecil.

Di sisi lain, sektor pariwisata mampu menyerap tenaga kerja hingga 25 juta orang berkat efek berganda (trickle-down effect) yang luas.

“Sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, makanya dia harus didukung dengan sektor UMKM, termasuk makanan dan minuman, perdagangan, hotel, dan sebagainya. Itu trickle-down effect-nya besar sekali,” kata Destry.

Dari sisi capaian global, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) yang dirilis World Economic Forum (WEF).

Berdasarkan TTDI 2024, Indonesia menempati posisi ke-22 dari 119 negara di dunia, naik 10 peringkat dari tahun sebelumnya dan berada di urutan kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Destry pun berharap, potensi pariwisata Indonesia dapat terus digali dan dikembangkan melalui sinergi lintas sektor, guna menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada 7-10 Agustus 2025, BI menggelar Karya kreatif Indonesia (KKI) 2025 di JICC, Jakarta, yang menghadirkan beragam produk unggulan dari 362 UMKM binaan BI yang telah dikurasi bersama 8 kementerian/lembaga.

Selain itu, lebih dari 1.100 UMKM berpartisipasi secara daring melalui platform www.karyakreatifindonesia.co.id.

Produk yang ditampilkan mencakup wastra, kriya, kopi, makanan olahan, serta produk berbasis keberlanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.