Melindungi Bentang Laut Sunda Kecil untuk Indonesia dan Dunia
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 14:50 WIB | Oleh: SujarDi selat inilah nelayan kedua negara, Kabupaten Belu di Indonesia dan Distrik Bobonaro di Timor Leste, memenuhi kebutuhan ikan yang meliputi tuna, cakalang, tongkol, ikan pelagis kecil, dan ikan demersal.
Merujuk data tahun 2018, jumlah nelayan di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste yang melaut di Selat Ombai sebanyak 2.011 orang, terdiri dari 1.670 nelayan Kabupaten Belu dan 341 nelayan di Distrik Bobonaro.
Beberapa isu penting terkait pengelolaan perikanan lintas batas di Selat Ombai, di antaranya pemanfaatan ikan yang tidak berkelanjutan; kerusakan habitat penting; dan ketidaksesuaian teknologi dan kapasitas penangkapan ikan di antara nelayan kedua negara.
Inisiatif ketiga untuk BLSK, yaitu kerja sama berbasis ilmu pengetahuan yang dilakukan antara lembaga kampus, riset, dan praktisi yang diharapkan menjadi alternatif dalam mendukung tata kelola bentang laut yang sedang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia dan Timor Leste.
Kolaborasi ini dimaksudkan untuk menghasilkan riset bersama mengenai isu kelautan dan perikanan, serta berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas.
Salah satu riset yang dibutuhkan, yaitu kajian marine migratory species, terutama terkait distribution and movement, population for marine traffic analysis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kajian ini bermanfaat untuk melakukan perlindungan kolektif antara Indonesia dan Timor Leste dalam marine migratory specie, serta bagaimana peluang pemanfaatan dalam pariwisata pengamatan paus secara berkelanjutan di kedua negara.
Keempat, mengembangkan marine protected area (MPA) network untuk membangun jejaring di antara pengelola di kedua negara.
Para pengelola kawasan dapat memaksimalkan MPA Network untuk bertukar gagasan dan ruang pembelajaran bersama, serta memberi keuntungan yang lebih baik dalam konteks perlindungan ekologi; sumber daya perikanan; dan pariwisata berkelanjutan.
Di Indonesia, ada MPA Alor yang sudah masuk dalam kategori level emas dalam penilaian evaluasi efektifitas pengelolaan kawasan konservasi (EVIKA), dan sebagai salah satu pusat pembelajaran unggulan kawasan konservasi perairan di Indonesia.
Sementara di Timor Leste, seperti di Pulau Atauro, telah diprioritaskan oleh pemerintah sebagai wilayah MPA. Pulau yang terpisah dari mainland Timor Leste ini didesain sebagai lokasi perlindungan biodiversity, pariwisata berkelanjutan, dan perikanan berkelanjutan.
Jika ekosistem Bentang Laut Sunda Kecil berhasil dijaga dan dilindungi, ada kontribusi besar yang nyata dari perairan Indonesia dan Timor Leste untuk mengatasi perubahan iklim dan ketahanan pangan dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
*) Tutus Wijanarko adalah IKI SOMACORE Project Lead, Konservasi Indonesia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!