Marquez Siap Hadapi Tantangan Baru Saat MotoGP Kembali ke Hungaria
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 09:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
BALATONFOKAJAR, HUNGARIA - Setelah absen lebih dari tiga dekade, MotoGP akhirnya kembali ke Hungaria. Balapan di Sirkuit Balaton Park akhir pekan ini menghadirkan tantangan unik bagi para pembalap: lintasan yang benar-benar baru dan belum banyak dikenal. Namun, Ducati sedikit diuntungkan setelah sempat melakukan uji coba tak resmi di trek sepanjang 4,08 km tersebut.
Awal bulan ini, enam rider Ducati turun menjajal sirkuit menggunakan motor superbike komersial Panigale, cara cerdik untuk menghindari aturan yang melarang pengujian dengan motor MotoGP resmi.
“Itu akan sangat membantu,” ujar pemuncak klasemen sekaligus bintang utama musim ini, Marc Marquez.
Rekan setimnya di Ducati, juara bertahan dua musim terakhir Francesco Bagnaia, mengingatkan keunggulan itu mungkin hanya berlaku sebentar. “Mungkin akan jadi keuntungan, tapi hanya di hari pertama,” ucap Bagnaia.
Dengan panjang hanya 4,08 km, Balaton Park menjadi sirkuit terpendek kedua dari 22 seri musim ini. Marquez menggambarkan lintasan tersebut sebagai tipe “stop and go” yang cepat dipelajari. “Ini bukan trek tersulit, relatif kecil, tapi saya suka. Semua akan sangat rapat,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagnaia menimpali: “Pertarungannya pasti intens. Ada banyak titik untuk saling menyalip.”
Marquez bahkan mengaku antusias dengan variasi tata letak baru. “Dari 22 balapan, kita butuh layout berbeda. Ini menyegarkan,” kata pmebalap Spanyol itu.
Musim ini, Marquez tampil luar biasa setelah bangkit dari empat tahun penuh cedera. Pebalap berusia 32 tahun itu memenangi enam balapan Minggu terakhir dan total sembilan dari 13 seri, membuka jalan menuju gelar dunia ketujuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Marquez 2019 berbeda. Saat itu saya agresif sejak awal balapan. Tahun ini saya lebih halus, lebih menggunakan pengalaman,” ungkapnya.
“Sekarang saya bersama motor terbaik, tim terbaik, dan semua ada di tangan saya untuk merebut balapan serta mencapai target: juara dunia.”
Kebalikan dengan rekan setimnya, Bagnaia justru diliputi kekecewaan. Usai finis kedelapan di Austria pekan lalu, ia terang-terangan menyebut sudah “kehabisan kesabaran” dengan tim. Meski kemudian meralat ucapannya dan menyebut hanya terpancing emosi, keresahan Bagnaia nyata.
“Musim ini sangat aneh. Finis kedelapan, melihat motor lain menyalip dengan mudah,itu tidak biasa. Saya jelas lebih lambat dari tahun lalu. Kami harus mengubah sesuatu, tapi saya sendiri belum tahu apa,” ucapnya.
Bagnaia kini duduk di peringkat ketiga klasemen, tertinggal 197 poin dari Marc Marquez dan 55 poin dari adik Marquez, Alex Marquez, yang memperkuat Ducati Gresini.
Di sisi lain, tim Honda menghadapi drama pelik. Mereka sempat mengumumkan bahwa Aleix Espargaro (36 tahun) akan menggantikan rider Thailand, Somkiat Chantra, yang kesulitan performa. Namun rencana itu berantakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!