Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengentasan Kemiskinan di NTT Harus Berbasis DTSEN, Kata Mensos Saifullah Yusuf

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 19:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengentasan Kemiskinan di NTT Harus Berbasis DTSEN, Kata Mensos Saifullah Yusuf Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Program Pemerintah Pusat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung secara daring di Kantor Kementerian Sosial, Salemba Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi landasan utama dalam merancang strategi pengentasan kemiskinan nasional yang mesti dimiliki oleh pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Program Pemerintah Pusat di Provinsi NTT yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bekerja bersama menggunakan satu data yang sama, serta berbagi peran dalam mendampingi keluarga-keluarga yang membutuhkan hingga bisa mandiri dan sejahtera,” kata dia.

DTSEN merupakan integrasi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

Dengan demikian data tersebut menjadi rujukan utama bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam merancang program sosial yang akurat dan berkelanjutan.

"Akurasi DTSEN bergantung pada pemutakhiran data secara berkala. Pemerintah daerah diminta aktif memperbarui data karena dinamika sosial terus berubah, termasuk kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk," kata dia dalam rapat yang turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena itu.

Saifullah juga menekankan, selain memvalidasi DTSEN pemerintah daerah juga diharapkan mempertebal program pemberdayaan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi NTT berada di posisi keenam tertinggi di Indonesia dalam hal tingkat kemiskinan, dengan angka kemiskinan per Maret 2025 sebesar 18,60 persen dari total jumlah populasi penduduk.

Adapun tiga kabupaten dengan indeks kemiskinan tertinggi meliputi Sumba Tengah (30,84 persen), Sabu Raijua (28,13 persen), dan Kabupaten Sumba Timur (27,04 persen).

Kementerian Sosial memastikan sedikitnya 10 keluarga penerima manfaat tergraduasi atau keluar dari garis kemiskinan setiap tahunnya melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Hal ini dinilai penting sebagaimana arah pembangunan nasional pada era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemberdayaan masyarakat menjadi yang diprioritaskan sehingga mereka tidak bergantung dengan bantuan.

“Bantuan sosial itu sementara, berdaya itu selamanya. Kita harus bangun kesadaran itu bersama-sama,” kata Saifullah memotivasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.