Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komitmen Pendanaan Transisi Energi Global Terancam

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Komitmen Pendanaan Transisi Energi Global Terancam Doc: istimewa
Ket. Langkah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump menarik diri dari Perjanjian Paris akan berdampak signifikan ke negara-negara yang bergantung pada komitmen pendanaan transisi energi internasional, termasuk Indonesia. 

JAKARTA- Langkah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump menarik diri dari Perjanjian Paris akan berdampak signifikan ke negara-negara yang bergantung pada komitmen pendanaan transisi energi internasional, termasuk Indonesia. 

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan setelah pernyataan Trump itu muncul kekhawatiran atas ancaman serius terhadap keberlanjutan program Just Energy Transition Partnership (JFP), yang berpotensi terhenti atau tidak berjalan mulus setelah AS keluar dari perjanjian tersebut.

“Indonesia membutuhkan anggaran yang besar, salah satunya melalui kerja sama internasional, untuk membangun 71 gigawatt pembangkit energi terbarukan dan mempercepat penghentian PLTU batubara sesuai komitmen dalam forum G20,” jelas Bhima.

Ketiadaan AS sebagai pemimpin dalam JFP akan berdampak langsung pada akses pendanaan dan proyek-proyek transisi energi yang saat ini tengah berjalan. “Jika JFP tidak berjalan, Indonesia bisa kehilangan salah satu donor terbesar dalam bidang ini, yang akan memengaruhi kelangsungan proyek-proyek strategis,” lanjutnya.

Selain itu, kebijakan Trump yang fokus pada peningkatan produksi minyak dan gas domestik juga mengancam pasar global, termasuk harga nikel dan baterai, yang merupakan komoditas strategis Indonesia.

“Dengan dorongan Trump untuk memprioritaskan energi fosil, permintaan terhadap produk hilirisasi mineral Indonesia seperti nikel akan menurun. Padahal, nikel merupakan komponen utama dalam rantai pasok baterai global,” tambah Bhima.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Malang, Adhi Cahya Fahadayna, menyarankan agar Indonesia mempersiapkan diri dengan kebijakan yang adaptif dan proaktif untuk menghadapi berbagai tantangan dari perubahan konstalasi ekonomi dan politik dari kebijakan Presiden AS, Donald Trump. 

1737480672_ac815b7daaf850f38fed.jpg

Sebuah Kemunduran

Sementara itu, Profesor Ekonomi Bisnis dari Universitas Atma Jaya Jakarta, Rosdiana Sijabat mengatakan terlepas dari apakah dua pernyataan Trump itu benar benar terealisasi yakni keluar dari perjanjian Paris dan WHO.

“Posisi AS sangat strategis karena negara tersebut donatur nomor satu untuk pendanaan program WHOJadi, sekitar 18 persen dana WHO itu disumbang oleh AS. Oleh karena itu kalau benar benar AS menarik diri, maka akan membawa ancaman serius untuk program penanganan kesehatan global terutama dalam hal penyediaan vaksin, pemberantasan polio di berbagai negara,” kata Rosdiana.

Begitu pula dengan rencana Trump untuk menarik diri dari perjanjian Paris 2015 juga menjadi sebuah kemunduran dalam menata bagaimana setiap negara mengantisipasi dampak dari perubahan iklim.

“Ini sangat urgent mengingat dampak negatif dari perubahan iklim yang kian nyata,”paparnya.

Perjanjian Paris 2015 inikan disepakati oleh 195 negara ditambah negara negara di Uni Eropa. Jika AS benar-benar keluar akan berdampak buruk bagi keberlangsungan kesepakatan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Megapolitan
Hingga Awal 2027, Stok Pupu...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.