Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN: Tsunami Selatan Jawa Potensi Terulang 200 Tahun ke Depan, Ayo Bangun Sistem Mitigasi Antisipatif

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 19:28 WIB | Oleh:
BRIN: Tsunami Selatan Jawa Potensi Terulang 200 Tahun ke Depan, Ayo Bangun Sistem Mitigasi Antisipatif Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Purna Sulastya Putra memaparkan hasil penelitian jejak tsunami bermagnitudo besar di selatan pulau Jawa sebagai bahan untuk mengurangi dampak bencana berulang, di Jakarta, Rabu (6/8).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan potensi terulangnya tsunami besar di wilayah selatan Pulau Jawa bisa terjadi dalam kurun waktu sekitar 200 tahun ke depan, berdasarkan pola perulangan bencana yang tercatat dari hasil riset geologi.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Purna Sulastya Putra saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/8), menjelaskan bahwa dari temuan di lapangan dan perhitungan ilmiah, perulangan tsunami bermagnitudo 9 atau lebih di kawasan tersebut memiliki interval sekitar 600 hingga 800 tahun.

“Kejadian terakhir tsunami besar di selatan Jawa terjadi sekitar tahun 1500-an, dan kami ambil rata-rata interval 600 tahun, maka secara matematis berikutnya bisa terjadi sekitar 200 tahun lagi,” katanya.

Meskipun tidak bisa memprediksi waktu kejadian secara pasti, tetapi menurut dia, pola interval perulangan tetap dapat menjadi dasar ilmiah untuk membangun sistem mitigasi yang lebih antisipatif.

Purna menjelaskan bahwa tsunami besar di selatan Jawa tercatat sekitar 400, 1.000, dan 1.800 tahun yang lalu.

Temuan tersebut didapatkannya berdasarkan jejak endapan tsunami purba yang ditemukan dari hasil penelitian beberapa tahun terakhir di berbagai lokasi, seperti sepanjang pesisir Lebak, Pangandaran, Kebumen, Gunung Kidul, dan Lumajang.

“Kami masih terus melacak bukti kejadian sekitar 1.000 tahun lalu di lebih banyak titik agar bisa memastikan pola perulangannya. Tapi, indikasi sementara menunjukkan siklus berulang yang cukup konsisten,” ujarnya.

Atas penelitian tersebut, Purna berharap pemerintah dan masyarakat mulai memperhitungkan risiko tersebut dalam kebijakan pembangunan dan penataan wilayah, khususnya di kawasan pesisir selatan yang kini terus berkembang secara ekonomi dan infrastruktur.

Ia menyebutkan dengan jumlah penduduk yang diperkirakan lebih dari 30 juta orang akan terekspos di wilayah pesisir selatan Jawa pada 2030, maka ancaman ini perlu menjadi perhatian serius.

Sementara itu, BRIN juga memanfaatkan pendekatan budaya dalam menelusuri jejak tsunami besar di selatan Pulau Jawa, dengan mengkaji keterkaitan antara situs-situs sejarah dan kemungkinan peristiwa bencana masa lampau.

Peneliti BRIN Purna Sulastya Putra mengatakan bahwa salah satu lokasi yang diteliti adalah Situs Batu Kandiri di Pangandaran, Jawa Barat, yang tercatat dalam kisah perjalanan Dujang Ramanik pada abad ke-15 dan ditinggalkan masyarakat setelah masa tersebut.

Penelitian paleotsunami BRIN tersebut masih berlanjut sampai saat ini menyasar sejumlah daerah di pesisir selatan Pulau Jawa.

Dalam prosesnya, tim BRIN menggunakan metode stratigrafi, analisis sedimen, serta pemetaan geospasial untuk menelusuri endapan pasir yang menjadi penanda tsunami purba dan juga melibatkan pemeriksaan cerita rakyat - catatan lisan yang diturunkan antargenerasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.