Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beberapa Penyu Mati di Pesisir Selatan, DKP DIY Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 19:48 WIB | Oleh:
Beberapa Penyu Mati di Pesisir Selatan, DKP DIY Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan Doc: antara foto
Ket. Ekosistem Penye di kawasan pesisir selatan DIY terancam akibat sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat.

YOGYAKARTA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di kawasan pesisir selatan maupun aliran sungai untuk mencegah bertambahnya jumlah penyu yang diduga mati akibat menelan sampah.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk hati-hati membuang sampah. Jangan sembarangan membuang sampah, terutama di sekitar ekosistem laut," ujar Kepala DKP DIY R. Hery Sulistio Hermawan saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu (6/8).

Hal itu disampaikan Hery menyusul temuan tiga ekor penyu mati di wilayah pesisir selatan DIY dalam dua hari terakhir.

Menurut dia, sampah yang terbuang di lingkungan darat bisa terbawa ke muara sungai, lalu mengalir ke laut dan berpotensi termakan oleh penyu atau biota laut lainnya.

"Jadi sifatnya kami mengimbau banyak pihak untuk hati-hati membuang sampah karena Itu nanti punya risiko pada biota yang ada di laut," tegas dia.

Hery mengakui pihaknya belum sempat turun langsung ke lokasi temuan penyu mati di Pantai Baru, Kabupaten Bantul maupun di Pantai Sepanjang, Gununungkidul.

Informasi mengenai temuan tersebut, menurut dia, justru pertama kali diterima dari pemberitaan media.

Meski begitu, ia menyebut telah menyiapkan tim reaksi cepat untuk menangani laporan terkait kematian penyu.

"Kami sudah ada tim reaksi cepat untuk bisa mengecek ketika sewaktu-waktu itu ada yang mati. Tapi kami nggak sempat mendalami, karena infonya datang saat penyu sudah telanjur dikubur," ujarnya.

Berdasar informasi yang diterima, ia menduga kematian penyu bisa disebabkan oleh menelan sampah plastik yang terbawa arus atau luka akibat tertabrak benda lain.

"Mungkin sampah itu kan berkilau seperti dikira ubur-ubur, akhirnya dimakan sehingga menyebabkan kematian. Mungkin ada yang luka. Kami 'enggak' tahu luka itu karena apa, Apakah dia tertabrak oleh kapal atau karena apa," ujar dia.

Ia belum bisa memastikan penyebab kematian karena bangkai penyu telah dikubur sebelum tim DKP DIY tiba di lokasi.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Yogyakarta Raditya Nugraha menyebutkan untuk pelestarian penyu di kawasan pesisir DIY, BKSDA Yogyakarta telah menerapkan sejumlah program, salah satunya pendampingan penyusunan peraturan desa (perdes) terkait perlindungan lingkungan hidup atau satwa di desa.

Melalui aturan itu, ujar Raditya, warga lokal berperan sebagai garda terdepan dalam perlindungan lingkungan hidup, termasuk keberadaan habitat penyu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.