Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelarangan Bendera One Piece: Negara Makin Paranoid, Demokrasi Makin Sempit

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Paranoid yang menghancurkan demokrasi

Ketika ekspresi masyarakat tak lagi dilihat sebagai bagian dari budaya, tetapi malah dicurigai sebagai makar, maka pemerintah bukan sedang bekerja dalam logika demokrasi, melainkan logika ketakutan

Dalam konteks demokrasi, paranoid politik adalah racun yang perlahan tapi pasti menggerogoti prinsip-prinsip kebebasan sipil.

Padahal, demokrasi yang sehat memerlukan dua syarat mendasar: kepercayaan terhadap warga dan ruang yang aman untuk perbedaan ekspresi.

Ketika negara mulai menafsirkan ekspresi budaya populer sebagai ancaman terhadap otoritas, maka yang terjadi adalah pergeseran dari prinsip keterbukaan menuju politik penertiban simbol.

Kekuasaan yang dicengkeram oleh rasa takut semacam ini tidak akan membuka dialog, melainkan dominasi. Negara lebih tertarik mengatur persepsi publik daripada mendengar keluhannya.

3 dampak pelarangan bendera One Piece

Pelarangan bendera One Piece bisa menjadi preseden berbahaya: negara merasa berhak membatasi kreativitas warganya sebagai potensi disrupsi politik.

Situasi seperti ini bisa menciptakan tiga dampak buruk bagi demokrasi.

Pertama, publik menjadi enggan mengekspresikan diri karena takut dianggap melanggar norma yang samar. Ketika negara mulai memperluas tafsir terhadap simbol dan ekspresi budaya, batas antara yang “boleh” dan “tidak boleh” menjadi kabur.

Ketidakjelasan ini melahirkan apa yang disebut sebagai chilling effect. Ini adalah sebuah kondisi ketika warga secara terpaksa menyensor dirinya sendiri (self censorship) demi menghindari represi.

Alhasil, warga cenderung “bermain aman”. Kreativitas dan kebebasan berpikir jadi mandek. Padahal, demokrasi menuntut ruang yang terbuka bagi kebebasan berpendapat, selera humor, dan keberagaman ekspresi.

Ketika ruang itu digerogoti oleh ketakutan, maka yang tersisa adalah masyarakat yang bungkam. Bukan karena mereka tidak punya gagasan, tetapi karena takut salah langkah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.