Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malaysia Jadi Tuan Rumah Perundingan Konflik Thailand-Kamboja

📅 Senin, 04 Agu 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Malaysia Jadi Tuan Rumah Perundingan Konflik Thailand-Kamboja Doc: AFP/Chor Sokunthea
Ket. Sejumlah atase militer dari 13 negara berada di pos perbatasan Thailand-Kamboja yang hancur akibat pertempuran antara kedua negara pada akhir Juli lalu.

PETALING JAYA – Pertemuan Komite Perbatasan Umum (GBC) antara Thailand dan Kamboja akan diadakan di Kuala Lumpur dari tanggal 4 hingga 7 Agustus.

Angkatan Bersenjata Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (2/8) lalu bahwa mereka akan memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Pertemuan GBC mendatang, yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa perbatasan antara kedua negara, merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Malaysia pada 28 Juli,” demikian bunyi pernyataan dari Angkatan Bersenjata Malaysia.

“Malaysia adalah tempat netral yang dipilih bersama oleh Thailand dan Kamboja untuk pertemuan GBC kali ini. Prasyarat bagi pengerahan atase pertahanan sebagai tim sementara dan pengerahan kelompok pemantau Asean akan menjadi bagian dari agenda GBC,” imbuh  Angkatan Bersenjata Malaysia.

GBC adalah salah satu dari beberapa mekanisme bilateral yang dibentuk oleh Thailand dan Kamboja untuk mengatasi masalah perbatasan. Negara-negara tersebut bergiliran menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, dan saat ini seharusnya giliran Kamboja yang jadi tuan rumah.

Malaysia diperkirakan akan mengadakan pertemuan secara online dengan Kamboja dan Thailand pada malam tanggal 2 Agustus untuk membahas pertemuan GBC, kata Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamed Khaled Nordin.

Dia puan mengatakan dirinya akan membuat panggilan individu ke rekan-rekannya di Kamboja dan Thailand untuk memberitahu mereka tentang kesiapan Malaysia untuk menjadi tuan rumah pertemuan bilateral antara kedua negara.

“Setelah itu, setelah saya berbicara dengan mereka berdua, kita akan mengadakan pertemuan Zoom yang melibatkan ketiga menteri pertahanan, di mana kita akan membahas bagaimana memastikan pertemuan berjalan lancar,” kata dia saat konferensi pers di Johor Bahru.

 Mohamed Khaled mengatakan pertemuan pekan depan diperkirakan akan berlangsung di Wisma Perwira di Kuala Lumpur. “Sebelum pertemuan GBC, petugas dari kedua negara juga akan mengadakan diskusi terpisah,” tutur dia.

Waspadai Spionase

Sementara itu dari Bangkok dilaporkan bahwa pihak militer dan kepolisian Thailand telah diberikan hak untuk mencegat dan menghancurkan pesawat tanpa awak (UAV/drone) tanpa peringatan sehubungan dengan diberlakukannya larangan penggunaan drone.

Stasiun penyiaran Thai PBS pada Sabtu, dengan mengutip pernyataan dari pihak militer, melaporkan bahwa larangan penggunaan drone secara nasional mulai berlaku pada 29 Juli lalu. Kebijakan baru tersebut mengizinkan militer untuk mencegat dan menghancurkan drone yang diberlakukan dua distrik militer, termasuk wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

Di wilayah lain, keputusan untuk menghancurkan drone akan ditentukan oleh pimpinan militer atau kepolisian jika mereka menganggap itu diperlukan.

Warga Thailand pun diimbau untuk tetap waspada karena mata-mata asing menggunakan drone untuk mengawasi dan mengirimkan data rahasia, kata penyiar Thai PBS, seraya menambahkan bahwa warga sipil diminta untuk melaporkan setiap kasus mencurigakan terkait penggunaan drone.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Ekonomi
Memanen Lebih Cepat demi Me...
Luar Negeri
Gelombang El Nino Seret 49 ...

Wabah Diare Akut Kini Kepung 47 Negara Bagian AS

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Wabah Diare Akut Kini Kepun...
Luar Negeri
Hiroshima Desak Negara-nega...
Gempar! 995 Pucuk Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Ini Kronologi!

Gempar! 995 Pucuk Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Ini Kronologi!

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.