Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Hari Lebih Pendek Ternyata Bisa Dipicu Karena Ini

📅 Senin, 04 Agu 2025, 20:32 WIB | Oleh:
Fenomena Hari Lebih Pendek Ternyata Bisa Dipicu Karena Ini Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi rotasi bumi.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena percepatan rotasi bumi yang menyebabkan hari berlangsung lebih pendek dalam standar 24 jam bisa dipengaruhi oleh mencairnya es kutub akibat pemanasan global.

"Rotasi bumi memang berubah-ubah, tidak selalu tepat 24 jam, yang terbaru itu karena global warming yang membuat es di kutub mencair, jadi berefek ke rotasi bumi," kata Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG Syrojudin dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, faktor seperti efek tidal dari bulan dan juga bisa mempengaruhi redistribusi massa bumi itu, hanya saja perbedaannya sekitar beberapa milidetik sehingga dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari nyaris tidak terasa.

Lalu ketika ditanya apakah fenomena hari berlangsung lebih cepat itu akan jatuh pada Selasa 5 Agustus, termasuk di Indonesia, dia menjawab belum dapat memastikan kevalidan informasi tersebut.

"Yang jelas ini fenomena ini akan berlaku secara global dan dampaknya tidak terasa karena hanya beberapa milidetik saja," kata dia.

Sejumlah ilmuwan geofisika melaporkan bahwa bumi akan menyelesaikan rotasi penuh sedikit lebih cepat dari biasanya pada 5 Agustus 2025.

Dilansir dari Space, Senin (21/7), hari itu tercatat sebagai hari terpendek ketiga sepanjang tahun ini, dengan durasi 1,25 milidetik lebih singkat dari standar 24 jam.

Fenomena astronomi cepatnya rotasi bumi ini sebelumnya terjadi pada bulan Juli yakni pada 9 Juli dan 22 Juli. Dalam sejarah awal bumi, satu hari hanya berlangsung sekitar 19 jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.