Ilmuwan Tiongkok Ungkap Tomat adalah Induk dari Kentang
📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 19:29 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Xinhua/Yang Shiyao
BEIJING - Sebuah penemuan mengejutkan oleh tim ilmuwan berhasil mengungkap bahwa perkawinan genetik purba sekitar 9 juta tahun yang lalu menghasilkan apa yang kini menjadi tanaman pokok ketiga terbesar di dunia, yaitu kentang.
Dan tomat, ternyata, adalah "induk" dari kentang.
Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Institut Genomik Pertanian (Agricultural Genomics Institute) di Shenzhen, Akademi Ilmu Pertanian Tiongkok, dan seorang peneliti dalam negeri dari Universitas Lanzhou, bekerja sama dengan para ilmuwan dari Kanada dan Inggris.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kentang berasal dari fenomena hibridisasi purba antara tanaman tomat dan tanaman sejenis kentang sekitar 9 juta tahun silam. Persilangan ini juga menghasilkan terciptanya organ baru, yakni umbi.
Dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Cell, temuan-temuan ini memberikan perspektif teoretis inovatif bagi pemuliaan genetik kentang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai tanaman umbi-umbian terpenting di dunia, kentang berasal dari Amerika Selatan. Dihargai karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan kemampuan adaptasinya yang luas, kentang telah menyebar ke seluruh dunia.
Huang Sanwen, yang memimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa asal-usul kentang sudah lama membuat bingung para ilmuwan.
Secara tampilan, tanaman kentang modern hampir identik dengan spesies mirip kentang bernama Etuberosum, yang tidak menghasilkan umbi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun berdasarkan analisis filogenetik, tanaman kentang lebih dekat hubungan kekerabatannya dengan tomat.
Untuk mengungkap misteri asal-usul kentang, tim peneliti menganalisis 101 genom dan 349 sampel yang diurutkan ulang dari kentang budi daya dan 56 kerabat liarnya, yang secara efektif merupakan uji paternitas DNA komprehensif terhadap semua jenis kentang.
Mereka menemukan bahwa semua kentang yang diperiksa membawa kontribusi genetik yang stabil dan seimbang dari Etuberosum dan tomat. Dari temuan ini, mereka menyimpulkan bahwa kentang merupakan keturunan hibrida dari keduanya.
Untuk memvalidasi hipotesis ini, tim kemudian menilai waktu divergensi ketiga spesies tersebut. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa Etuberosum dan tomat mulai berdivergensi sekitar 14 juta tahun silam.
Sekitar 5 juta tahun setelah divergensi mereka, keduanya berhibridisasi, yang mengarah pada munculnya tanaman kentang pembentuk umbi paling awal sekitar 9 juta tahun yang lalu.
"Tomat berperan sebagai induk maternal kentang, sedangkan Etuberosum menjadi induk paternal," kata Huang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!