Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Strategi Produksi Sejarah Alternatif: Catatan dari Lasem, Pesisir Utara Jawa

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Strategi Produksi Sejarah Alternatif: Catatan dari Lasem, Pesisir Utara Jawa Doc: The Conversation
Ket. Suasana diskusi “Pengetahuan Lasem”, membaca dan membedah buku Sejarah Kawitane Wong Jawa Lan Wong Kanung, Juni 2023

Virliany Rizqia Putri, Kanazawa University  dan Feysa Poetry, UCL

Penguasa sering menggunakan regulasi atas produk budaya—termasuk bahasa dan sejarah—untuk mengontrol masyarakat.

Pada masa Orde Baru, hal ini diwujudkan melalui kebijakan budaya yang bertujuan mengatur dan menertibkan.

Namun, represi semacam itu justru melahirkan kelompok-kelompok yang memproduksi sendiri pengetahuan-pengetahuan lokal dengan metode alternatif, berangkat dari budaya dan kebiasaan yang mengakar dari keseharian masyarakat.

Fenomena ini dapat dibaca sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi pusat, khas budaya poskolonial, yaitu ketika suara-suara dari pinggiran terus mendorong dirinya mendekati pusat.

Dalam satu dekade terakhir, Lasem, ibu kota sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang dijuluki “Tiongkok Kecil”, konsisten menyuarakan narasi budaya lokal lewat pengarsipan sejarah komunitas.

Komunitas pegiat sejarah dan budaya di sana berupaya menjahit kembali cerita-cerita yang sempat terhapus dan tercecer karena tergerus historiografi nasional. Mereka berdiskusi, membongkar surat-surat, buku-buku, serta lembaran foto kuno, memperdebatkannya, lalu jika mungkin, menyusunnya kembali menjadi narasi yang utuh.

Tulisan ini merangkum gerakan pengarsipan lokal tersebut ke dalam beberapa strategi dan mengaitkannya dengan kondisi hari ini. Data-data yang disajikan merupakan hasil olahan catatan lapangan kami sepanjang 2021-2025, yang merupakan bagian dari riset doktoral kami.

Bagaimana memelihara pengetahuan secara kolektif?

Kami mengidentifikasi lima strategi yang dilakukan warga, relawan, dan teman-teman komunitas di Lasem dalam merawat dan memproduksi pengetahuan, yaitu: membaca, merekam, menjelajah, mengoleksi, serta mengartikan ulang.

1. Membaca

Salah satu dari sedikit pilihan literatur tentang Lasem ialah buku berjudul Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung. Meskipun kesahihannya kerap diperdebatkan, buku ini populer di kalangan masyarakat lokal.

Bahkan, buku ini menginspirasi lahirnya klub baca “Pengetahuan Lasem” yang rutin berkumpul untuk membaca bersama, membedah bab demi bab setiap pertemuan, dan menyusun catatan bersama tentang Lasem. Hasilnya kemudian disebarluaskan ke publik dalam berbagai bentuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.