Sekolah rakyat, Belum Sebulan, 160 Guru Sudah Mengundurkan Diri. Ada Apa?
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 02:34 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Zaman Belanda sudah ada Sekolah Rakyat (SR). sekarang dibuat lagi SR. Namun, belum sebulan berjalan, sudah ada 160 guru SR yang mengundurkan diri. Ada apa? Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan tengah menyiapkan pengganti 160 guru yang mundur dengan mengambil dari tenaga pendidikan profesi guru.
"Kita sudah proses. Penggantinya sudah ada. Jadi itu karena sistem yang menempatkan mereka, sehingga kadang-kadang membuat mereka mundur karena penempatannya terlalu jauh," kata Saifullah Yusuf.
Mensos menegaskan Kemensos tetap menghargai keputusan para guru yang mengundurkan diri dan membuka kesempatan bagi para tenaga pendidik yang lain untuk berkontribusi memberikan masa depan lebih layak bagi anak-anak miskin dan miskin ekstrem.
"Kita sudah proses kembali untuk membuka kesempatan kepada yang lain, karena masih ada ribuan guru yang belum penempatan, terutama mereka yang sudah proses mengikuti pendidikan profesi guru," ujar Saifullah Yusuf.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pengunduran diri seratusan guru Sekolah Rakyat bukan karena masalah upah atau insentif melainkan alasan domisili yang terlalu jauh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, mereka mundur sebagian karena domisilinya jauh. “Kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Dia mengatakan ini usai kegiatan Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa melalui Efektivitas Penerapan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut Mendikdasmen menyebutkan juga sudah melaporkan pengunduran diri para guru SR tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menjelaskan bahwa masalah pengunduran diri tersebut sudah terselesaikan dan sudah ada penggantinya.
"Soal guru itu kemarin sudah dilaporkan ke Presiden. Soal guru yang mengundurkan diri disampaikan ke kami juga, sudah ada penggantinya, dan sudah dilaporkan Menteri Sosial kepada Pak Presiden. Jadi, tidak ada masalah," ucap Abdul Mu'ti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Selasa (29/7) Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan lebih dari 50 ribu guru siap menggantikan guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri setelah proses seleksi dan penempatan. Sudah banyak yang siap untuk menggantikannya, karena ada 50.000 lebih guru yang telah mengikuti proses pendidikan profesi guru yang belum mendapatkan penempatan.
Berdasarkan data terakhir yang diterimanya, sebanyak 140 guru Sekolah Rakyat tercatat mengundurkan diri setelah melalui proses seleksi dan penempatan di berbagai titik. Ia menjelaskan dari total lebih dari 1.500 guru yang telah ditempatkan di Sekolah Rakyat, 140 di antaranya mengundurkan diri dengan alasan utama jarak lokasi tugas terlalu jauh dari rumah.
Mensos telah menyiapkan pengganti dari kalangan guru yang belum mendapatkan penempatan. "Yang mengundurkan diri kita hormati karena sebagian besar alasannya terlalu jauh dari domisili," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!